Misi ini disebut akan berlangsung selama lima hari. Selain itu diperkirakan misi akan diterbangkan pada akhir 2021 hingga pertengahan 2022 dari pusat peluncuran Cave Canaveral.
Berbeda dengan misi NASA yang memungkinkan turis tinggal di ISS, penerbangan SpaceX ini hanya akan membawa turis mengorbit mengelilingi Bumi saja dan kembali.
Pendiri Space Adventures Eric Anderson mengatakan misi ini akan mengudara dua hingga tiga kali ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Stasiun itu sendiri berada di ketinggian 400 kilometer dari permukaan bumi (250 mil), seperti dilansir The Verge.
Saat ini, Boeing dan SpaceX tengah mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersil itu. SpaceX mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.
Kedua perusahaan juga dituntut untuk kembali menerbangkan astronot ke ISS dari tanah AS untuk pertama kalinya. Sebab, dalam satu dekade terakhir, AS tergantung pada Rusia untuk menerbangkan astronot mereka ke orbit.
Editor : John.W













