Contohnya adalah Gabriel Jesus, yang dimainkan sebagai gelandang kiri sementara posisi aslinya adalah penyerang tengah dalam formasi 4-3-3. Sementara peran bomber tunggal diberikan kepada penyerang sayap, Bernardo Silva.
Di pertandingan sepenting melawan Real Madrid, Guardiola berani melakukan eksperimen. Itulah yang membuat publik jadi mengernyitkan dahi. Tapi pada akhirnya Manchester City berhasil menang dengan skor 2-1.
Pantas Mendapatkan Pujian
Perubahan taktik itu kemudian mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Salah satunya terlontar dari mulut sang mantan pemain, Micah Richards, kala berbincang kepada BBC Radio 5 Live.
“Ini adalah masterclass,” ujarnya. “Beberapa kali, orang-orang mempertanyakan Pep – tidak memainkan David Silva, Sterling, Aguero, Fernandinho – dia pantas mendapatkan pujian yang besar,” sambungnya.
“Malam ini ia menunjukkan bahwa bila dia bukan pelatih terbaik di dunia, dia adalah salah satu dari tiga besar,” tutup Richards.
Editor : John.W













