Solusinya, terkadang peternak harus membawa sapi-sapinya itu ke kota besar seperti Palembang hingga luar provinsi seperti ke Lampung karena jarak tempuh OKUT-Lampung hanya 2 km.
“Harus ada agen besar yang mau membelinya, jika kalangan perorangan maka sulit untuk laku. Kami dari pemkab sedang berupaya menemukan jaringan agen tersebut,” kata dia.
Bahkan, Kholid menjamin, jika ada agen ‘besar’ yang berminat maka Pemkab bersedia akan menjamin ketersediaan stok mengingat saat ini ada sekitar 70.000 ekor sapi yang sedang digemukkan.
OKUT sendiri dikenal sebagai sentra peternakan dan penggemukan sapi di Sumsel karena hampir 30 persen penduduk di kabupaten tersebut yang berjumlah total 639 ribu orang memiliki sapi sebagai aset keluarga.
Salah satunya sentra penggemukan sapi di Desa Nusa Tunggal. Sapi yang merupakan bibit lokal kemudian digemukkan dengan cara memberikan pakan dan suntikan seperti layaknya sapi brahman.
Kepala dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur Kanjeng Tubagus Sunarseno mengatakan, prestasi mendapatkan Rekor Muri ini sebagai apresiasi atas program gerakan inseminasi ternak untuk mewujudkan swasembada ternak di OKU Timur.
Selain pemecahan Rekor Muri atas inseminasi sapi terbanyak, dilakukan juga gerakan sinkonisasi estrus dan pencanangan gerakan pembersihan kandang ternak di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Editor : Chandra.













