Justru, Anda akan menghabiskan dan hanya akan memedulikan orang yang berarti untuk hidup Anda. Bahkan mungkin, Anda tidak perlu repot-repot mendengarkan ucapan orang lain yang tidak penting untuk Anda. Oleh karena itu, dengan sering memikirkan kematian, Anda tidak akan merasa setiap waktu yang Anda lalui akan terbuang sia-sia.
3. Anda terus termotivasi menjalani hidup
Sering memikirkan kematian juga membuat Anda selalu termotivasi dalam menjalani hidup. Anda akan semakin semangat melakukan kegiatan bermanfaat karena Anda tidak ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja dalam hidup.
Anda juga tentu tidak ingin hidup Anda berlalu begitu saja. Maka dari itu, dengan sering memikirkan kematian, Anda termotivasi untuk memberi arti lebih pada hidup yang sedang Anda jalani saat ini.
Sering memikirkan kematian tidak selalu baik
Sayangnya, tidak semua orang bisa membayangkan kematian dengan hati dan pikiran yang tenang. Pada beberapa orang, memikirkan kematian sering kali dilakukan tanpa disadari, sehingga meski tidak ingin memikirkannya, pikiran tersebut sering kali muncul.
Pada orang tertentu, memikirkan kematian bisa saja memberikan dampak yang kurang baik pada hidupnya. Apalagi, jika pikiran tentang kematian membuatnya khawatir. Maka, sebaiknya hindari pikiran tentang kematian jika Anda tidak mampu menanggung beban mental yang akan Anda dapatkan.
Umumnya, saat Anda tidak bisa mengontrol munculnya pikiran tentang kematian, padahal Anda tidak mau memikirkannya, Anda mungkin menjadi lebih defensif. Artinya, Anda mungkin ‘menolak’ kenyataan bahwa suatu hari Anda akan mati.
Hal ini membuat Anda menjalani hari seolah hidup Anda tidak akan pernah berakhir. Perspektif yang salah ini akan membuat Anda kesulitan menentukan mana yang sebaiknya Anda anggap penting dan mana yang tidak. Di samping itu, jika Anda tidak mau percaya bahwa semua orang akan mati, lama-kelamaan Anda akan menjadi pribadi yang tidak bermoral.
Maksudnya, karena berpikir bahwa Anda tidak akan pernah mati, Anda semakin tidak menghargai hidup yang Anda jalani. Anda pun perlahan-lahan akan menjadi pribadi yang kaku, sinis, dan suka menebar kebencian kepada diri sendiri dan orang lain.
Oleh sebab itu, bila perasaan khawatir sudah tidak tertolong lagi, lebih baik temui ahli kesehatan mental profesional dan konsultasikan mengenai masalah Anda. Saat itu, dokter akan mengetahui apakah Anda memang mengalami gangguan kecemasan atau tidak.
Editor :John.W













