KORDANEWS – Ibu kota Santiago, Cile, mengalami kerusuhan massal anti-pemerintah setelah terjadi bentrok warga dan polisi saat terjadi demonstrasi.
Para demonstran berkumpul di Plaza Italia pada Senin, 2 Maret 2020, untuk memprotes kesenjangan ekonomi.
Para pengunjuk rasa juga mengecam pemerintah sayap kanan yang dipimpin Presiden Sebastian Pinera.
“Menjelang laru malam, sekelompok pria bertudung bentrok dengan polisi anti-huru hara di sejumlah jalan,” begitu dilansir Channel News Asia pada Selasa, 3 Maret 2020.
Pria bertudung ini melempar batu dan menggunakan ketapel untuk menyasar petugas.
Di sejumlah lokasi, para pemrotes membangun barikade dan membakarnya sebelum dibubarkan polisi menggunakan gas air mata dan meriam air.
Sekitar 30 orang meninggal dunia sejak protes berlangsung pada Oktober saat pengumuman pemerintah soal kenaikan harga tiket kereta api terjadi.
Aksi protes ini lalu mengangkat isu yang lebih luas seperti masalah ekonomi dan kesenjangan sosial.













