Pengerjaan teknologi itu dimulai pada bulan Januari 2020 ketika virus corona berkembang pesat. Saat itu, perusahaan juga menjual produknya ke pasarkan.
Ada dua jenis produk yang dijual oleh Hawnang. Produk pertama hanya mampu mendeteksi satu persatu orang dan biasanya terpasang di pintu masuk perkantoran.
Sedangkan produk kedua mampu mengidentifikasi hingga 30 orang dalam satu detik karena dilengkapi beberapa pengintai.
“Ketika mengenakan masker, tingkat identifikasi dapat mencapai sekitar 95 persen,” kata Huang seraya menambahkan bahwa tingkat keberhasilan untuk orang tanpa masker adalah sekitar 99,5 persen.
Editor :John.W













