Peristiwa

Jepang dan China Ikut Bikin Satelit Internet Mini Saingi AS

×

Jepang dan China Ikut Bikin Satelit Internet Mini Saingi AS

Share this article

Dengan adanya konstelasi satelit ini, siapapun tetap bisa mendapat koneksi internet dimanapun. Mereka tak akan tergantung pada jangkauan sinyal yang dipancarkan oleh tiang-tiang BTS para operator.

“Ketika Anda ada di gunung, safari Afrika, atau gurun, Anda akan tetap terkoneksi,” jelas Tang Kum Chuen, Deputy President ST Engineering Electronics, perusahaan pembuat satelit asal Singapura seperti dikutip Nikkei Asian Review.

Satelit komunikasi diharapkan bisa melengkapi jangkauan internet. Sebab, satelit bisa menjangkau wilayah yang lebih luas.

Besarnya potensi pasar satelit internet ini telah memunculkan setidaknya 800 perusahaan satelit internet kecil dalam tiga hingga empat tahun belakangan, jelas Martin Sweeting, kepala group executive dari perusahaan satelit internet Satellite Technology.

Baik Tang dan Sweeting memprediksi jaringan satelit telekomunikasi dan terestrial akan meroket dalam beberapa tahun mendatang.

Tak cuma perusahaan kecil, perusahaan raksasa seperti Airbus pun ingin ikut bermain di industri ini. Pada 2015, perusahaan multinasional Eropa membentuk kerjasama dengan perusahaan Inggris OneWeb. Gabungan perusahaan ini akan membuat konstelasi 900 satelit untuk menyediakan internet.

Sementara di Singapura, perusahaan startup satelit NuSpace bercita-cita mengoperasikan layanan serupa. Mereka akan menggunakan ratusan satelit mini dengan berat 4,5 kilogram saja. Satelit ini rencananya akan meluncur tahun depan.

Sementara Starlink SpaceX rencananya akan mengoperasikan satelit internet mereka pada pertengahan 2020. Mereka menargetkan pengguna di area pedesaan di Amerika Serikat yang tak memiliki koneksi internet, seperti dikutip Business Insider

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *