8. Sage
Sage adalah aromatik herbal yang digunakan sebagai obat herbal pembunuh virus dan bakteri. Daun dan batang sage memiliki sifat antivirus yang dikaitkan sebagai senyawa safficinolide untuk menghambat aktivitas virus.
Berdasarkan penelitian, sage dapat membantu mengontrol human immunodeficiency virus tipe 1 (HIV-1) agar virus tidak memasuki sel target. Sage juga terbukti dapat mengatasi virus HSV-1 dan Indiana vesiculovirus, yaitu virus yang menyerang hewan ternak seperti kuda, sapi, dan babi.
10. Temulawak
Temulawak berasal dari satu keluarga dengan kunyit, yaitu Zingiberaceae dan memiliki genus Curcuma. Temulawak telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal pembunuh virus dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurvedic.
Temulawak memiliki efek antiinflamasi dan dipercaya sebagai penyembuh rasa sakit yang efektif. Temulawak juga mengandung senyawa bioktif, antioksidan, dan senyawa curumin yang dipercaya ampuh untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti risiko penyakit jantung, kanker, arthritis, penuaan dini, dll.
11. Daun Basil
Salah satu jenis daun basil adalah daun kemangi, namun varietas yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan paling kuat adalah jenis holy basil dan sweet basil. Daun ini biasanya dijadikan pelengkap berbagai makanan dan minuman.
Berdasarkan penelitian, daun basil dapat membantu meningkatkan sistem imun dalam melawan virus yang masuk ke tubuh. Ekstrak daun basil mengandung senyawa apigenin dan asam ursolat yang dipercaya potensial untuk mengatasi virus herpes, hepatitis B, dan enterovirus.
12. Akar Astragalus
Akar astragalus adalah obat herbal untuk virus dan gangguan kesehatan lain yang populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Akar astragalus dipercaya memiliki sifat antivirus yang tinggi dan dapat meningkatkan sistem imun.
Penelitian menunjukan adanya aktivitas antivirus pada akar astragalus terhadap virus herpes, hepatitis C, virus avian, dan influenza H9. Kandungan alami dalam akar astragalus dipercaya dapat melindungi sel astrosit atau sel penting dalam sistem saraf pusat manusia.
13. Teh Hijau
Teh hijau menjadi salah satu pilihan minuman yang banyak dicari belakangan ini. Teh hijau bahkan diolah menjadi ekstrak perasa untuk berbagai campuran makanan dan minuman lainnya.
Tidak hanya enak, teh hijau juga mengandung berbagai vitamin, mineral, nutrisi, dan tinggi antioksidan. Teh hijau juga memiliki sekelompok senyawa flavonoid catechins untuk menghambat infeksi virus.
14. Elderberry
Elderberry digunakan oleh banyak masyarakat tradisional di Amerika dan Eropa untuk mengatasi gejala flu dan pilek biasa dengan olahan teh elderberry yang sering diminum di musim dingin.
Berdasarkan penelitian, ekstrak elderberry mengandung vitamin A dan C, kalsium, zat besi, folat, potasium, dan nutrisi lainnya yang kemudian dikaitkan dengan manfaat untuk meningkatkan sistem imun untuk melawan virus.
Efektifitas elderberry dalam mengatasi infeksi virus pun membuat banyak produsen mengolah elderberry menjadi ekstrak, suplemen, atau tablet kunyah dengan manfaat kesehatan.
15. Rosemary
Rosemary tidak hanya digunakan dalam bidang kuliner dan aromaterapi, namun juga sebagai obat herbal untuk virus.
Rosemary memiliki aktivitas antivirus dari senyawa asam oleanolic. Berdasarkan penelitian, rosemary potensial untuk mengatasi infeksi virus influenza, virus herpes, hepatitis, namun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
16. Licorice
Licorice adalah obat herbal menghilangkan virus yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad. Licorice memiliki zat aktif dan sifat antivirus yaitu glycyrrhizin, liquiritigenin, dan glabridin yang dipercaya memiliki potensi untuk mengatasi virus herpes dan coronavirus terkait sindrom pernafasan akut (SARS-CoV).
17. Calendula
Calendula atau bunga marigold telah digunakan sebagai obat tradisional sejak abad ke-12. Bunga cantik ini mengandung flavonoid tinggi yang berperan sebagai antivirus.
Berdasarkan laporan dari University of Maryland Medical Center, obat tetes telinga yang mengandung calendula dapat juga digunakan untuk mengobati infeksi telinga pada anak. Manfaat calendula lainnya adalah untuk melawan virus, mengatasi infeksi, luka terbuka, luka bakar, dll.
Itulah beberapa tanaman herbal pembunuh virus. Bahan-bahan alami tersebut umumnya digunakan sebagai pemeliharaan kesehatan sehari-hari yang dapat Anda olah dalam bentuk teh herbal, air infus herbal, minyak esensial, atau campuran makanan dan minuman lainnya.
Sementara untuk mengatasi infeksi virus, Anda mungkin harus tetap berkonsultasi ke dokter untuk perawatan dan pengobatan yang tepat dan terpercaya. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat untuk Anda.
Editor :John.W













