Biro Hubungan Luar Negeri Universitas Gunadarma, Dr. Made Wiryana, mengatakan pihak kampus sampai saat ini terus memantau kondisi dan perkembangan rombongan mereka yang terjebak di Uzbekistan.
“Karena ini urusannya sudah antarnegara, maka kami menyerahkannya kepada pihak Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Tashkent,” kata Made.
“Kami tetap rutin memantau kondisi mereka, berkomunikasi sehari tiga kali. Segala kebutuhan untuk dosen dan mahasiswa akan dicukupkan,” lanjut Made.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent mengedarkan surat imbauan bagi rombongan Universitas Gunadarma dan 22 warga Indonesia lainnya yang terjebak di Ibu Kota Tashkent pada hari ini. Mereka menyatakan Duta Besar RI di Tashkent sudah menghubungi Perdana Menteri Uzbekistan, Abdulla Nigmatovich Aripov, untuk meminta bantuan terkait permasalahan ini.
“KBRI Tashkent sedang menunggu keputusan pemerintah Uzbekistan untuk pemulangannya,” demikian isi surat pernyataan tersebut.
Di dalam surat itu disebutkan Uzbekistan memutuskan menerapkan lockdown pada Senin (16/3) lalu. Sebab sehari sebelumnya dilaporkan ada satu kasus positif virus corona.
Sampai hari ini terdapat 23 kasus positif virus corona di Uzbekistan
Editor : John.W













