KORDANEWS – Kita pasti sudah mengenal olahan dari timun yang biasa disajikan bersama hidangan lokal seperti nasi goreng atau sate. Ya, acar memang dikenal sebagai makanan pelengkap beberapa makanan khas Indonesia. Namun apa saja manfaat acar bagi kesehatan? Atau bahkan berbahaya bagi kesehatan? Berikut penjelasannya.
Perbedaan acar yang di fermentasi dan tidak
Tak hanya di Indonesia, di Amerika, Selandia baru, Swiss, dan beberapa negara Eropa lainnya, acar pada umumnya dibuat dari mentimun dan jenis sayuran lain yang direndam dalam cuka. Perbedaannya dengan Indonesia adalah acar yang Anda kenal atau yang menjadi pelengkap nasi goreng tidak melalui proses fermentasi. Sehingga rasa asamnya hanya berasal dari cuka.
Kebanyakan acar yang Anda temukan dan dijual bebas merupakan acar yang dibuat dengan cuka dan tidak difermentasi. Proses pembuatannya yaitu mentimun menyerap cuka dan rempah lainnya. Acar jenis ini juga mudah untuk dibuat sendiri di rumah.
Manfaat acar bagi kesehatan
Seperti sayuran pada umumnya, kandungan air pada acar sangat tinggi dan memiliki sedikit lemak dan protein. Acar juga tinggi akan konsentrasi vitamin karena campuran cuka dan garam mengeluarkan air dari sayuran yang menjadi bahan utamanya.
Mengonsumsi makanan yang difermentasi dapat membantu segala kondisi kesehatan mulai dari resistensi insulin hingga peradangan. Selain itu, berikut manfaat acar lainnya untuk kesehatan:
1. Sumber antioksidan
Saat buah atau sayur mentah disimpan tanpa dimasak terlebih dahulu, kandungan antioksidan di dalamnya tetap terjaga. Antioksidan merupakan mikronutrien yang membantu tubuh melawan serangan radikal bebas.
Memasak segala jenis makanan dapat menghilangkan nutrisi yang sensitif terhadap panas termasuk antioksidan. Sehingga, buah atau sayur yang dijadikan acar menyimpan banyak antioksidan.
2. Menyediakan mineral dan vitamin penting
Mengonsumsi acar tidak hanya lezat, tetapi juga memberi Anda vitamin penting seperti vitamin C, A, K, folat dan mineral seperti, zat besi, kalsium dan potasium.













