HeadlineHealthSumsel

Mendagri Akui Antisipasi dan Penanganan Covid-19 di Sumsel Dapat Jadi Model Percontohan

×

Mendagri Akui Antisipasi dan Penanganan Covid-19 di Sumsel Dapat Jadi Model Percontohan

Share this article

 

 

Masyarakat menurutnya perlu diberikan pemahaman soal bagaimana mengantisipasi dengan proteksi kekebalan tubuh sendiri dan terpenting cara agar tidak sampai tertular. Karena seperti diketahui Covid-19 sudah menjalar ke 158 negara dari 193 negara yang ada.

 

 

“Itulah poin terpenting.  Ini bisa dilakukan perorangan, tiap orang miliki kesadaran kemudian lakukan proteksi diri sendiri. Cuci tangan dengan sabun karena cuci tangan dengan air tidak cukup. Perkuat daya tahan tubuh penting, karena ini virus bisa matinya hanya dengan kekebalan tubuh kita,”  tambah Mendagri.

 

 

Kemudian mengkampanyekan olahraga di rumah agar  tetap menjaga jarak,  mengonsumsi vitamin. Serta menghindari berjabat tangan dan bersentuhan bahkan melakukan kontak langaung.

 

 

” Perlu juga ada upaya untuk  membunuh virus dengan beberapa cara menyediakan desinfektan yang murah meriah di tempat-tempat publik,” terangnya.

 

 

Edukasi lain yang dapat dilakukan kata Tito adalah melalui medsos. Karena masih banyak menurutnya masyarakat yang belum sepenuhnya paham penularan Cobid-19 yang begitu cepat. Sehingga sampai saat ini masih  banyak ditemukan kegiatan-kegiatan baik sosial maupun keramaian lainnya yang justru menjadi sarana penularan yang lebih cepat.

 

 

Virus itu kata Tito mereplikasi cepat sekali. Oleh karena itu kegiatan kerumuna, keramaian,  Gubernur, Wako dan Bupati se Sumsel betul-betul  mesti dibatasi semaksimal mungkin. Termasuk kerumunan besar tidak boleh dilaksanakan termasuk, kegiatan seni, olahraga demikian juga kegiatan bernuansa keagamaan. Dicontohkannya kasus Petaling Kuala Lumpur yang menular ke sekitar 600 orang juga kegiatan di Gereja di Korsel.

 

 

“Bukan kegiatan agamanya dilarang tapi ini bisa menjadi media penularan. Mau kegiatan apa saja tetap ada buat kebijakan menjaga jarak, kalai tidak bisa maka sebaiknya tidal dilaksnaakan. Dari pada menjadi mesin penular  dan pembunuh di luar orang lain dari kerumunan itu. Karena penyebaran cepat,” ujarnya. (Ril)

 

 

 

 

 

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *