PeristiwaSumsel

Protokol Pemkot Tantang Wartawan Saat Press Confrence Covid-19

×

Protokol Pemkot Tantang Wartawan Saat Press Confrence Covid-19

Share this article

Sesuai instruksi Dewan Pers, wartawan diminta mengikuti serta menjalani prinsip-prinsip protokol kesehatan tentang penanganan Virus Corona agar tidak tertular Covid-19.

“Jadi tidak ada salahnya jika wartawan yang ingin wawancara meminta bantuan protokol untuk diatur jaraknya sama seperti mereka mengatur tempat duduk para pejabat Pemkot Palembang,” sampainya.

Apa yang dilakukan semata-mata untuk melindungi semua wartawan termasuk Walikota dari penyebaran Covid-19. Tapi, wartawan malah dibentak dan ditantang.

“Wajar jika teman-teman mengatakan kami juga manusia. Bukan hanya pejabat yang butuh perlindungan, kami juga butuh perlindungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Raden, wartawan yang ditantang mengaku, meminta kepada protokol untuk mengatur jarak saat peliputan rapat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Pertama saya minta dengan salah satu petugas, untuk diatur sama seperti posisi duduk pejabat yang mengikuti rapat. Katanya dua mau laporan dulu,” ungkapnya.

Tapi saat dipanggil untuk Press Confrence, sejumlah wartawan dikumpul berdekatan dan sempat membuat resah para wartawan yang datang demi menyampaikan informasi terkait perkembangan Covid-19 di Kota Palembang.

“Kalo kita sebenarnya sudah biasa diperlakukan tidak pantas karena memang tugas kami hanya untuk mencari informasi untuk masyarakat. Tapi ini persoalannya lain ditengah kondisi pencegahan Covid-19. Apa yang kami lakukan cima untuk saling menjaga, termasuk menjaga Walikota dan para pejabat. Karena kebijakan mereka sangat penting untuk disampaikan ke masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumsel, Jon Heri menyayangkan kejadian ini. “Kita sangat menyayangkan atas perlakuan dari petugas protokol walikota itu. Seharusnya dia menyiapkan tempat utk press conference sesuai SOP WHO. Karena kita semua tahu bahwa virus copid 19 sedang mewabah. Saya selaku Ketua SMSI Sumsel sangat mengecam perbuatan oknum itu yang menantang wartawan untuk berkelahi. Dan mengancam wartawan tersebut. Sebab perbuatannya sangat tidak mencerminkan profesional dalam melaksanakan tugas keprotokolan. Saya minta kepada wartawan yang diancam tersebut agar segera melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian agar kasus ancaman ini dapat diproses secara hukum,’ ujar Jon Heri yang dihubungi via ponselnya, Kamis (2/4) malam.

 

Editor : Chandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *