Selain kandungan lemak jenuhnya, santan memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, yaitu sebesar 230 kalori untuk setiap 100 gram konsumsinya. Artinya, santan memang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara asal atau dalam jumlah yang terlalu banyak. Risiko yang mungkin terjadi terhadap konsumsi santan berlebihan adalah peningkatan berat badan alias obesitas. Nah, menumpuknya lemak di dalam tubuh karena peningkatan berat badan ini yang memicu bermacam penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, atau masalah kardiovaskular lainnya.
Namun, di balik banyaknya risiko yang mengancam, mengonsumsi santan dalam porsi dan ukuran yang tepat sebenarnya membawa banyak manfaat. Kalori dan lemak jenuh santan memang berbahaya untuk konsumsi berlebihan, tetapi kandungan asam laurat dalam bahan makanan ini bisa dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi meski jumlahnya tidak berlebihan.
Selain itu, asam laurat pada santan juga disinyalir memiliki sifat antiperadangan dan antimikroba, seperti yang ditulis oleh Lindsey dan rekannya dalam studi yang dimuat di Natural Medicine Journal. Kandungan ini diduga dapat meningkatkan imunitas tubuh. Manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari mengonsumsi santan pada kadar dan porsi yang tepat adalah membantu menurunkan berat badan dan lingkar pinggang karena kandungan trigliserida rantai menengah pada santan.
Sebenarnya, baik dan buruknya konsumsi santan ini bergantung pada kondisi masing-masing orang. Jadi, ada baiknya kamu bertanya dulu pada dokter agar mendapatkan solusi dan masukan yang tepat terkait konsumsi santan untuk tubuh.
Editor: John.W













