KORDANEWS – Whatsapp membuat kebijakan radikal di platformnya untuk memerangi misinformasi dan hoaks yang belakang meningkat signifikan. Yakni, pesan hanya bisa di-forward sekali dalam kurun waktu tertentu.
WhatsApp mengatakan kebijakan ini agar aplikasi chatting ini tetap aman dan personal bagi penggunanya. Dalam beberapa minggu terakhir terjadi kenaikan jumlah forward pesan yang signifikan.
“Berdasarkan laporan pengguna jumlah tersebut terasa terlalu banyak dan berkontribusi terhadap penyebaran informasi yang salah (misinformasi),” ujar WhatsApp dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2020).
“Kami percaya akan pentingnya memperlambat penyebaran pesan seperti itu untuk menjaga agar WhatsApp tetap menjadi tempat berlangsungnya percakapan pribadi.”
WhatsApp menambahkan pihaknya juga bekerja sama langsung dengan LSM dan pemerintah, termasuk WHO dan kementerian nasional di lebih dari 20 negara untuk membantu pengguna mendapatkan informasi yang akurat.













