Longsor siring tersebut diketahui terjadi pada tanggal (02/04/2020) yang mengakibatkan sepanjang 25 meter siring menjadi rusak parah, hingga puluhan hektar sawah terancam kekeringan.
Saidul (45) mengatakan terjadinya longsor tersebut pada 2 April yang lalu, yang diakibatkan hujan lebat dan lokasi yang terjal “sebelumya memang terjadi hujan yang amat lebat kami tidak menyangka akan terjadi longsor, terjalnya lokasi mungkin bisa menjadi penyebabnya”katanya.
Sementara itu Isnain juga mengatakan bahwa mereka sudah satu minggu melaksanakan kegiatan tersebut, dengan alat seadanya, tanpa adanya bantuan dari pemerintah “ kami gontong royong untuk mebenarkan parairan tersebut meski dengan alat apa adaya tapi kami akan terus mengupayakan sampai selesai, karena sawah ini adalah mata pencarian kami satu-satunya, dan berharap kepada pemerintah untuk sedikit memperhatikan desa kami ”, ucapnya.
Dirinya dan warga yang lain berharap pemerintah dapat memperhatikan hal ini, “kami berharap pemerintah khususya kabupaten Muaraenim untuk turut memperhatikan musibah yg kami alami” harapnya. (Jml)













