Kami bertemu sejumlah pemilih muda di Stasiun Seoul. Mereka dengan gembira ikut ambil bagian. Pandemi tidak membuat mereka risau.
“Ini hak kami untuk memilh,” cetus salah seorang pemilih pertama yang sedang berada di antrean.
“Memilih adalah kewajiban kami,” timpal seorang pemilih pertama lainnya. Dia mengaku sarung tangan plastik sedikit “tidak nyaman” namun benda itu membuatnya merasa aman.
Memilih dari karantina di klinik
Tantangan terbesar bagi petugas pelaksana pemilu adalah menghindari risiko penularan.
Mereka memutuskan bahwa jika suhu tubuh seorang pemilih di atas 37,5 derajat Celsius, yang bersangkutan akan dibawa ke tempat terpisah dan menjauh dari orang lain.
Para pasien Covid-19 yang sedang dirawat diberikan pilihan untuk memberikan suara mereka melalui surat.
Namun, sejumlah TPS juga didirikan di luar kawasan permukiman yang khusus menampung ratusan orang bergejala ringan.
Kami menyaksikan seorang perempuan bermasker dengan pakaian pasien rumah sakit keluar dari tempat tersebut, kemudian diberikan kertas suara oleh petugas dengan alat pelindung diri lengkap.
TPS itu sengaja ditempatkan di luar guna mencegah risiko penularan.
Editor:John.W













