KORDANEWS – Flu dan batuk bisa menjadi masalah kesehatan yang cukup mengganggu dan menyulitkan. Pasalnya, kondisi ini sering memicu gejala yang membuat seseorang kesulitan. Kabar buruknya, flu dan batuk ternyata lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Apa penyebabnya?
Ini ternyata berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang belum sempurna. Pada anak-anak, sistem kekebalan tubuh alias imunitas belum bekerja, seperti milik orang dewasa. Hal itu kemudian membuat virus dan kuman penyebab penyakit menjadi lebih mudah menyerang, lalu mengakibatkan penyakit. Selengkapnya ada di bawah ini!
Imunitas dan Usia Muda
Flu alias influenza adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi virus pada sistem pernapasan yang meliputi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Kondisi ini biasanya muncul dengan gejala, seperti demam, sakit kepala, batuk-batuk, pegal-pegal, serta sakit tenggorokan. Pada anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan Si Kecil menjadi lebih rewel dan kehilangan nafsu makan.
Gejala-gejala yang muncul saat anak flu tidak hanya memicu rasa sakit, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Masa inkubasi virus penyebab flu tergolong singkat, sehingga bisa segera menimbulkan gejala sesaat setelah menyerang. Gejala flu bisa muncul hanya dalam satu hingga tiga hari setelah pertama kali terinfeksi.
Sama halnya dengan flu, batuk pada anak juga terjadi karena adanya infeksi virus pada hidung, tenggorokan, dan sinus. Sistem kekebalan tubuh anak umumnya belum kuat dan belum matang, setidaknya sampai usia 7 tahun.
Selain itu, saluran pernapasan anak, termasuk telinga dan bagian sekitarnya juga belum berkembang secara sempurna, sehingga virus penyebab penyakit menjadi lebih mudah menyerang.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami flu dan batuk, misalnya tertular dari orang sekitarnya. Seiring flu dan batuk yang bersifat ringan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Selain itu, seiring berjalannya waktu frekuensi Si Kecil terserang flu dan batuk biasanya akan menurun.
Hal itu karena tubuh mulai mengenali virus tersebut dan membangun pertahanan, sehingga sistem kekebalan tubuh akan menjadi lebih kuat dalam melawan.













