Rossi memang bukan tipikal orang yang terpengaruh data statistik dan hasil. Jika memandang penting catatan masa lalu, bukan tak mungkin Rossi bakal menggantung jaket balap sedari beberapa tahun lalu lantaran tak lagi menjadi juara dunia sejak 2009.
Fakta hanya 10 kali meraih kemenangan seri setelah kehadiran Marquez atau tak pernah lagi finis terdepan setelah MotoGP Belanda 2017 pun sepertinya bukan kajian yang layak untuk menganalisis masa depan.
Rossi yang jelas masih punya nyali. Mantan pebalap Honda dan Ducati itu belum mau selesai memberi hiburan kepada fan yang perlahan mulai memaklumi pudarnya sinar sang bintang.
Jika Rossi sungguh-sungguh tampil dalam balapan MotoGP 2021, tidak bisa diprediksi pasti apakah ia bakal kesulitan bersaing atau justru mampu memberikan warna baru dalam perebutan gelar juara yang dimonopoli Marquez dan Honda dalam kurun waktu lebih dari setengah dekade.
Berandai-andai Rossi menunggangi motor dengan nomor start 46 pada musim mendatang, berarti tak bisa melupakan Petronas Yamaha sebagai calon tim baru Rossi.
Kendati Yamaha pernah mengatakan bakal mendukung pilihan Rossi dengan menyediakan motor dan tim terbaik, peralihan dari tim Monsters Energy yang merupakan tim pabrikan ke tim Petronas yang menjadi tim satelit tentu bakal menghadirkan perbedaan.
Sebelumnya, dalam masa pramusim MotoGP 2020, Rossi pun kerap menyanjung optimisme mengenai performa motor. Keberadaan David Munoz sebagai kepala kru yang baru memperlihatkan keseriusan Rossi memasuki musim baru, selain juga dukungan dari tim Yamaha melalui perbaikan-perbaikan teknis di sektor elektronik, akselerasi, dan ban serta keberadaan Jorge Lorenzo.
Menuju musim balap tahun depan, Rossi pun kemungkinan akan melakukan persiapan serius kendati tak melulu berakhir dengan hasil yang bagus.
Berupaya maksimal di tengah rivalitas yang tak mudah adalah hal yang masuk akal bagi pebalap yang tahun depan bakal berusia 42 tahun dan masih dielu-elukan suporter.(DBS)
Editor:Jhon.W













