Health

Beberapa Penyebab Panas Dalam Saat Puasa

×

Beberapa Penyebab Panas Dalam Saat Puasa

Share this article

KORDANEWS – Ada banyak sekali hal yang akan dirasakan saat kita berpuasa. Sebagian orang merasakan lapar, haus, atau bahkan tubuh yang lemas saat menjalaninya. Hanya saja, jika dicermati, terkadang kita merasakan sensasi panas dan tidak nyaman seharian. Hal ini bahkan bisa membuat kita sulit untuk berikir dengan jernih. Sebenarnya, apa penyebab dari sensasi panas di dalam tubuh ini?

Puasa bisa menyebabkan panas dalam
Pakar kesehatan menyebut tubuh yang terasa jauh lebih panas saat puasa ini ternyata disebabkan oleh kondisi panas dalam. Masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia atau jenis kelamin. Kondisi ini akan membuat tubuh lebih sensitif dengan suhu udara, memicu sensasi nyeri pada tenggorokan dan rasa haus. Kita juga akan menyalami sensasi tidak nyaman pada saluran pencernaan, sariawan, dan bibir pecah-pecah.

Kemunculan panas dalam akibat berubahnya proses metabolisme di dalam tubuh dari yang terbiasa makan dan minum apa saja menjadi tidak makan dan minum dalam waktu yang sangat lama. Hal ini bisa mempengaruhi berbagai macam sistem dan organ tubuh.

Lantas, apakah kondisi panas dalam ini bisa membahayakan kesehatan? Pakar kesehatan menyebut kondisi ini biasanya mereda dengan sendirinya asalkan kita menerapkan pola makan yang sehat saat sahur dan berbuka puasa. Hanya saja, jika kita juga mulai mengalami gejala dehidrasi parah hingga hilang kesadaran, sebaiknya tidak ragu lagi membatalkan puasa demi menjaga kondisi kesehatan.

Beberapa penyebab panas dalam saat puasa
Munculnya gejala panas dalam ini memang bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman selama berpuasa, apalagi jika sampai kita mengalami sariawan yang parah atau bibir pecah-pecah. Terkadang, untuk berbicara saja bisa terasa sangat menyakitkan.

Berikut adalah beberapa penyebab dari masalah panas dalam saat puasa yang sebaiknya kita hindari.

Kurang minum
Sebenarnya, kurang minum akan menyebabkan dampak berupa dehidrasi, namun jika kita sering melakukannya di bulan puasa, risiko untuk mengalami panas dalam juga akan meningkat. Hal ini bisa dilihat dari kondisi kulit dan bibir yang terlihat sangat kering atau bahkan pecah-pecah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *