KORDANEWS — Kasus pasien sembuh dari Covid-19 atau virus corona di Sumatera Selatan kini mulai terus mengalami
perkembangan.
Hampir setiap hari kasus sembuh terus terjadi. Bahkan hingga saat ini total sembuh dari pandemi corona sebanyak 29 orang dari total 156 yang positif.
Adapun beberapa fakta meningkatnya kasus sembuh di Sumsel
1. Covid-19 adalah Self Limiting Disease
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri mengatakan, penyakit Virus Corona atau Covid-19 merupakan penyakit yang sembuh dengan sendirinya atau Self Limiting Disease.
Mengingat saat ini tidak ada obat khusus untuk penderita Covid-19 ini. Sehingga, obat yang diberikan kepada pasien hanyalah obat untuk menghambat pertumbuhan virus.
“Obat penghambat pertumbuhan virus ini tujuannya agar virus tidak berkembang didalam tubuh pasien,” katanya.
2. Pasien Sembuh Didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG)
Yusri menambahkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel hampir didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG), dan gejala ringan. Dengan kondisi ini, tentunya tingkat imun pasien baik sehingga virus pun kalah.
“Jadi rata-rata yang sembuh saat ini merupakan pasien OTG dan gejala ringan sehingga tidak terlalu sulit penyembuhannya,” ujar Yusri.
3. Masa Puncak Covid–19
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel ini juga menambahkan, sebenarnya masa puncak atau fase penyembuhan Covid-19 yakni selama dua minggu.
Karena itu, saat ini mulai terlihat pasien yang sembuh dengan sendirinya.
Namun, terkadang ada beberapa pasien yang memiliki penyakit penyerta tanpa diketahui sehingga akan sedikit lama dibandingkan dengan OTG. Penyakit penyerta ini dominan kepada penyakit Diabetes Mellitus.
“Memang biasanya fase penyembuhan ini terjadi dua minggu. Tapi, jika sudah tiga minggu atau satu bulan tidak kunjung sembuh artinya ada problem atau masalah ditubuh pasien,” tutupnya.
Saat ini berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel saat ini total Orang Dalam Pemantauan yakni sebanyak 4.048 orang dengan rincian 2.315 orang selesai pemantauan dan 1.733 orang masih dalam proses pemantauan.
Sedangkan, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yakni sebanyak 213 orang dengan rincian 121 orang selesai pengawasan dan sisanya 92 orang dalam proses pengawasan. (*)
Editor : Jhonny













