KORDANEWS – Pemilihan kompres hangat dan kompres dingin kadang menjadi perdebatan. Ada yang bilang kompres hangat untuk demam, namun di sisi lain ada yang menganggap kompres dingin lebih efektif.
Tidak hanya terbatas pada demam, perdebatan kompres hangat vs. kompres dingin ini juga berlaku dalam merawat berbagai kondisi lainnya. Sebenarnya apa perbedaan antara kompres hangat dan kompres dingin dalam menangani gangguan kesehatan?
Perbandingan kompres hangat dan kompres dingin
Pada dasarnya, kompres hangat maupun kompres dingin sama-sama memiliki manfaat bagi kondisi tubuh tertentu. Namun demikian, ada alasan spesifik mengapa keduanya harus digunakan secara tepat agar fungsinya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kompres hangat
Secara garis besar, kompres hangat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, melancarkan aliran darah, meredakan nyeri pada otot-otot yang sakit, dan mengendurkan otot-otot yang tegang.
Selain itu, kompres hangat juga bermanfaat untuk menghilangkan penumpukan asam laktat yang terjadi setelah melakukan sejumlah aktivitas fisik. Cara penggunaan kompres ini pun mudah dilakukan.
Untuk memasangkan kompres hangat, Anda dapat menggunakan medium, seperti kain, handuk, botol, maupun pad khusus untuk mengisi air hangat. Sebelum digunakan, medium seperti botol dan pad khusus terlebih dahulu diisi air hangat dengan suhu 33-37,7°C.
Sementara medium seperti kain dan handuk dapat dicelupkan pada air dengan suhu yang sama. Selanjutnya, letakkan kompres hangat pada area yang mengalami gangguan.
Sebuah studi mengungkapkan kompres hangat sebaiknya digunakan selama 2 jam lamanya. Saat digunakan, kompres hangat juga dapat diganti per 20 menit sekali.
Kompres hangat dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada individu yang mengalami gangguan kesehatan, seperti osteoartritis, keseleo, terkilir, tendonitis, nyeri punggung dan leher, hingga hipertermia.
1. Demam
Kompres hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh akibat demam. Selain menurunkan suhu tubuh, kompres ini juga dapat memudahkan penderita demam untuk berisitirahat dan membuat mereka lebih nyaman.
2. Nyeri sendi, punggung, dan leher
Selain dapat digunakan untuk meredakan nyeri sendi, seperti osteoarthritis dan keseleo, kompres hangat yang diletakkan pada leher juga berfungsi untuk mengurangi kekakuan yang dapat menyebabkan sakit kepala.
Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan kompres hangat juga berfungsi untuk mengurangi sedikit rasa sakit pada pasien yang mengalami nyeri punggung bawah akibat berolahraga.
3. Hipertermia
Sebuah studi mengungkapkan, kompres hangat juga bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh penderita hipertermia. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi ini menyebabkan individu mengalami peningkatan suhu tubuh melebihi 37,5°C dan terserang demam.
Penelitian itu menyimpulkan bahwa kompres hangat efektif menurunkan suhu tubuh sebesar 0,4 derajat Celcius per hari dan dilakukan selama 3 hari.
Meski memiliki sejumlah manfaat, kompres hangat tidak boleh digunakan pada individu dengan kondisi medis, seperti:
-Radang kulit, kulit panas, dan memerah
-Dermatitis atau luka terbuka
-Mati rasa
-Neuropati perifer yang menyebabkan individu tidak peka terhadap rasa panas.
Selain itu, bagi Anda penderita tekanan darah tinggi dan penyakit jantung sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan kompres hangat.













