Selain itu, Anda juga bisa memastikan kualitas tidur bayi dengan menyentuh belakang leher atau perutnya. Jika Anda menemukan adanya keringat di dua bagian tubuh itu, bisa jadi Si Kecil sedang merasa kepanasan.
Jangan lupa juga matikan lampu dan heningkan suasana di dalam ruangan. Sebab, dua hal inilah yang bisa membuat tidur bayi menjadi nyenyak.
Risiko tidur dengan suhu kamar terlalu panas dan dingin
Ada berbagai risiko yang muncul, jika Anda tidur dengan suhu kamar yang terlalu panas ataupun dingin. Berikut ini adalah penjelasannya:
Suhu kamar yang terlalu panas
Suhu kamar yang terlalu panas bisa membuat diri Anda gelisah di saat sedang tidur atau mencoba untuk tidur. Hal ini disebabkan oleh penurunan pada rapid eye movement (REM) atau tidur gelombang lambat (slow wave sleep).
Selain itu, suasana lembap yang diakibatkan suhu kamar panas, juga bisa mengganggu kualitas tidur Anda.
Suhu kamar yang terlalu dingin
Sebuah penelitian dilakukan dengan meminta para responden tidur dengan busana yang minim, tanpa selimut untuk menghangatkan tubuh mereka. Para ahli kemudian menemukan bahwa kualitas tidur mereka sangat terganggu dengan suhu kamar yang dingin. Kesimpulannya, suhu kamar yang terlalu dingin akan membuat Anda sulit untuk tertidur.
Suhu kamar adalah faktor penting yang bisa mengatur kualitas tidur Anda. Itulah sebabnya, Anda sangat disarankan untuk lebih memperhatikan suhu kamar.
Selain suhu kamar, perhatikan juga hal lain yang bisa meningkatkan kualitas tidur, seperti mematikan lampu saat tidur, menciptakan suasana yang hening, menjaga pola tidur, hingga menghindari konsumsi kafein beberapa jam sebelum tidur.(DBS)
Editor :Jane Doe













