KORDANEWS – Apakah Anda sering jajan sembarangan di pinggir jalan dan tak lama kemudian mengalami gangguan pencernaan? Ya, makanan yang tak bersih bisa menjadi penyebab gangguan pencernaan yang Anda alami. Seperti misalnya Anda sering jajan di pinggir jalan atau makan di kaki lima, yang cenderung tidak bersih.
Tapi Anda juga mungkin pernah melihat seseorang yang makanannya selalu bersih, langsung jatuh sakit saat sekali saja makan makanan kaki lima. Atau, ada juga orang yang setiap hari jajan sembarangan, tapi kok sepertinya tak pernah sakit? Bagaimana bisa?
Sering jajan sembarangan bikin tubuh rentan terinfeksi bakteri
Jika Anda sering dengar anjuran untuk tidak jajan sembarangan, ini adalah karena makanan dan minuman yang dijual di kaki lima biasanya memiliki kebersihan yang kurang baik. Makanan yang kurang bersih ini akan menyebabkan Anda mengalami gangguan pencernaan atau penyakit infeksi lainnya.
Gangguan pencernaan tersebut sebagian besar diakibatkan oleh berbagai jenis bakteri, seperti E.coli, Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan Clostridium perfringens. Semua jenis patogen atau kuman ini biasanya terdapat pada makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Sebenarnya, ketika benda asing atau bakteri jahat masuk ke dalam tubuh, entah itu dari makanan atau bukan, tubuh akan langsung melakukan perlawanan. Perlawanan ini dilakukan oleh sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda.
Saat bakteri yang ada di dalam makanan masuk ke dalam tubuh, maka secara otomatis sel darah putih akan berusaha menghentikan perkembangan serta mematikan bakteri tersebut. tetapi jika bakteri lebih kuat – entah itu dari segi jumlah atau jenis – maka sel darah putih pun kalah kemudian Anda akan alami berbagai gejala.
Tubuh bukannya kebal, tapi sistem kekebalan tubuh yang meningkat
Bila Anda tidak sakit akibat jajan sembarang – sementara teman Anda lainnya jatuh sakit – maka bukan berarti Anda sudah kebal akan bakteri penyakit. Anda masih bisa mengalami tipes, diare, atau berbagai penyakit infeksi lainnya dari bakteri yang sama. Namun ketika bakteri pertama menyerang kemudian menurunkan sistem imunitas Anda, bukan berarti pasukan sel darah putih yang Anda miliki kalah dalam ‘perang’.













