KORDANEWS – Untuk mengetahui perkembangan inflasi serta ketersediaan pasokan pangan dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan penerapan PSBB TPID Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan media briefing.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri Hari Widodo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, selaku wakil ketua TPID Provinsi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan Syaputra selaku Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Taufik Gunawan selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Yudi Wijaya selaku Wakil Pimpinan Bulog Divre Sumsel Babel, Beni selaku perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Yudha selaku Kabag Biro Perekonomian, dan Jhon Kennedy selaku Kabag TIK dan Persandian kominfo Provinsi Sumsel.
Realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan tercatat deflasi pada level 0,15% (mtm), setelah pada bulan Januari-Maret 2020 mengalami inflasi. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi volatile food yang melambat karena penurunan harga cabai merah menyusul masuknya masa panen dan tingginya pasokan daging ayam ras di tengah kondisi permintaan yang menurun akibat pembatasan aktivitas, serta kelompok inti dan administered prices yang mencatat deflasi karena penurunan tarif angkutan udara seiring dengan penurunan permintaan.
“Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Provinsi Sumatera Selatan pada April 2020 tercatat sebesar 0,76% (ytd) atau 2,48% (yoy) menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 3,15% (yoy).” ujar Hari Widodo.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya TPID dan pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menjaga kecukupan ketersediaan stok komoditas utama, menjaga pola belanja bijak masyarakat, serta mencegah penimbunan bahan makanan.
Dikatakan kepala dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ketersediaan pasokan komoditas pangan di Provinsi Sumatera Selatan mencukupi. Saat ini, stok gula pasir dan stok beras di Provinsi Sumatera Selatantidak kekurangan.
Selanjutnya Yudi Wijaya, Wakil Pimpinan Bulog Divre Sumsel Babel menambah kan bahwa, “Stok beras yang ada di Sumatera Selatan surplus dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk 5 bulan kedepan. Khusus stok gula, saat ini tersedia 512 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan”. Bulog Dirve juga telah melaku kan operasi pasar gula di Pasar Km 5, Pasar Lembang, dan Pasar Cinde.













