Jangan terlalu banyak makan daging-dagingan
Perayaan Idul Fitri identik dengan makanan non-vegetarian, tetapi pastikan daging-dagingan itu tidak menjadi bagian utama dari diet. Daging sulit dicerna dan memiliki banyak kalori. Cobalah makan daging yang mengandung lebih sedikit lemak dan hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan tersebut.
Kontrol porsi makan
Perbanyak mengobrol dan sedikit makan adalah pendekatan terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi peluang mengalami gangguan pencernaan. Alih-alih berfokus pada makan, bersosialisasilah dan habiskan waktu dengan mengobrol bersama keluarga. Cara lain adalah menghindari tawaran menambah makanan yang sama, bahkan jika itu berarti mengatakan tidak kepada kerabat dekat.
Hindari makanan berminyak
Setelah sebulan makan pada waktu tertentu, tubuh menjadi terbiasa dengan kebiasaan itu. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak dapat merusak lapisan perut dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga. Jika ingin makan sesuatu yang berminyak yang tampak lezat, makan dalam porsi kecil saja untuk memberi kepuasan.
Jauhi minuman manis dan bersoda
Minuman manis dan berkarbonasi diam-diam mengandung gula yang seringkali tidak kita perhitungkan ketika menghitung kalori. Kurangi konsumsi minuman manis dan bersoda dah sebagai gantinya dapat menyeruput teh hijau, air infus atau air kelapa sebagai gantinya.
Segera beranjak dari meja makan setelah selesai makan
Ide dan tujuan makan saat Lebaran adalah untuk memuaskan rasa lapar dan ingat untuk tidak berlebihan ketika melihat berbagai macam hidangan. Ingatlah ketika merasa kenyang, itu adalah isyarat untuk selesai makan. Ketika perut tidak lagi bisa menampung makanan, perut akan mengirimkan sinyal ke otak sehingga kita tidak lagi memasukan makanan ke dalam perut. Perhatikan pesan yang disampaikan oleh tubuh dan katakan pada diri sendiri bahwa kita telah benar-benar menikmati hidangan Idul Fitri yang tersaji di meja. Setelah selesai, jangan berlama-lama, segeralah tinggalkan meja makan.
Kunyah dengan baik
Tidak semua orang sadar bahwa pencernaan sebenarnya dimulai bukan di perut, tetapi di mulut, saat kita mulai mengunyah. Air liur di mulut mengandung enzim yang mulai mencerna makanan bahkan sebelum kita menelannya. Mengunyah dengan benar akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk membuat tubuh siap untuk proses pencernaan.(DBS)
Editor :Jane













