Pada bulan Februari, ketika Bukele menuntut anggota parlemen negara itu menyetujui permintaan pinjaman US$ 109 juta untuk perlengkapan polisi dan tentara, pasukan bersenjata lengkap berbaris ke Majelis Nasional atas perintahnya, yang dilihat banyak penduduk El Salvador seakan kembali ke era ketika kekerasan dalam politik mendominasi negara.
Majelis Nasional menolak tekanan tersebut dan insiden itu merusak citra Bukele di luar negeri, meskipun administrasi Trump, yang menganggap Bukele sekutu pada imigrasi dan strategi Venezuela-nya, tidak mengutuk tindakannya.
Pada bulan Maret, penyebaran virus corona memberi Bukele kesempatan lain untuk bertindak dengan berani atau, seperti yang diklaim oleh para pengkritiknya, memberi lebih banyak kekuatan untuk dirinya sendiri.
Setelah menutup perbatasan, Bukele memberlakukan tindakan karantina yang ketat tetapi juga menyisihkan makanan dan uang untuk penduduk Salvador yang miskin.
Dia memerintahkan militer untuk menangkap orang-orang yang melanggar aturan baru itu, mengirim ribuan orang ke “pusat karantina” pemerintah.
Ketika Mahkamah Agung memutuskan penangkapan itu tidak konstitusional dan memerintahkannya untuk berhenti, Bukele menolak dan para tentara tetap berjaga di jalanan.
“Lima orang tidak akan memutuskan kematian ratusan ribu penduduk Salvador,” Bukele menulis di Twitter soal keputusannya.
Menurut pelacak Covid-19 Johns Hopkins, hingga saat ini terdapat 1.571 kasus virus corona yang dikonfirmasi di El Salvador, dengan 31 kematian dikaitkan dengan virus tersebut.
Pembukaan negara
Kisruh tentang siapa yang memiliki kekuatan untuk memutuskan syarat-syarat karantina di El Salvador kemungkinan akan terjadi selama virus corona berlangsung.
Bukele mengatakan dia ingin negaranya mulai dibuka kembali pada 6 Juni, tetapi anggota parlemen di Majelis Nasional mengatakan bahwa itu perlu terjadi lebih cepat.
Pada hari Senin (18/5), Mahkamah Agung negara itu menolak Bukele, dengan mengatakan dia tidak memiliki wewenang untuk memperluas tindakan pencegahan virus corona dan mendesak Majelis Nasional dan presiden untuk bekerja sama demi membuka kembali negara El Salvador.
Tetapi bahkan ketika anggota parlemen mengusulkan RUU untuk segera mengangkat karantina, Bukele bersumpah tidak akan menekennya.
“Itu adalah hukum yang akan menginfeksi penduduk Salvador secara luas,” tulis Bukele di Twitter.(DBS)
Editor :Jane













