Keruntuhan ekonomi enam tahun di Venezuela telah mengakibatkan hiperinflasi dan kekurangan barang-barang pokok, termasuk makanan dan obat-obatan. Maduro menyalahkan sanksi AS terhadap industri minyak negara OPEC atas kesengsaraannya.
Sementara sanksi-sanksi itu telah memangkas aliran uang kepada pemerintah, para kritikus berpendapat bahwa korupsi dan kebijakan ekonomi yang salah arah adalah akar penyebab keruntuhan.
Venezuela sejauh ini kurang terpengaruh dibandingkan tetangganya oleh pandemi coronavirus, dengan 1.245 kasus tercatat dan 11 kematian. Tetapi rumah sakitnya dalam keadaan rusak setelah bertahun-tahun kekurangan dana, memicu kekhawatiran tentang kesiapan untuk wabah yang lebih besar.
“Ini adalah yang terburuk yang bisa dialami suatu bangsa,” kata Ortega. “Kami tidak memiliki pendapatan, tidak ada cara menghasilkan arus kas, dan tidak ada akses ke dana yang kami setorkan ke luar negeri di tengah pandemi.”
Pemerintah sebelumnya telah meminta lima miliar dolar dari Dana Moneter Internasional untuk menangani pandemi, suatu rasa malu bagi pemerintah sosialis yang telah mencap IMF sebagai alat imperialisme AS.
IMF menolak permintaan itu karena kurangnya konsensus tentang legitimasi Maduro.
Editor: John.W













