AS sebelumnya kerap mengkritik kebijakan China terkait penanganan kerusuhan di Hong Kong beberapa waktu lalu akibat protes yang dilancarkan aktivis pro-demokrasi.
Namun China berkeras bahwa ‘pasukan asing’ yang harus disalahkan atas kekacauan ketika aksi demonstrasi di Hong Kong sejak Juni tahun lalu bergulir ataupun terkait insiden bentrok dengan pihak kepolisian.
Pihak pemerintahan China di Beijing sebelumnya juga memicu kemarahan dan keprihatinan pada awal bulan ini setelah berencana memberlakukan undang-undang tentang Hong Kong–yang disebut diperlukan guna melindungi keamanan nasional dan mengekang ‘terorisme’–tapi justru dikecam oleh aktivis pro-demokrasi dan negara-negara Barat lantaran disebut sebagai upaya mengikis kebebasan di kota.
Menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait rencana penanggalan hak istimewa Hong Kong, sebuah komentar mengemuka dari China Daily–salah satu corong Partai Komunis China–yang menyatakan politisi AS bermimpi ‘menumbalkan’ China.
“Lebih baik menyerah atas mimpi itu dan kembali ke kenyataan,” kata respons tersebut.
“Kekerasan menyebar di AS … Politisi AS harus melakukan pekerjaan mereka dan menyelesaikan masalah di AS, alih-alih mencoba menciptakan masalah baru di negara lain,” lanjut pernyataan itu.
Masalah mengenai Hong Kong disebut memperburuk ketegangan antara AS-China yang sudah tinggi karena sejumlah masalah, termasuk soal perang dagang dan wabah virus corona, di mana Trump menuduh pemerintah China tidak transparan.(DBS)
Editor :John.W













