KORDANEWS – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper tidak mendukung penggunaan pasukan militer untuk memadamkan protes berskala besar di seluruh Amerika Serikat yang dipicu oleh kematian George Floyd.
Dilansir CNN, Rabu (3/6), Esper mengatakan penerjunan pasukan militer hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir. Presiden Donald Trump diketahui baru-baru ini mengancam akan mengerahkan militer untuk menegakkan ketertiban.
“Pilihan untuk menggunakan satuan tugas aktif dalam peran penegakan hukum hanya boleh digunakan sebagai pilihan terakhir, dan hanya dalam situasi yang paling mendesak dan mengerikan,” kata Esper.
“Kami tidak berada dalam salah satu situasi itu sekarang. Saya tidak mendukung permohonan UU Pemberontakan,” tambahnya saat menyampaikan sikap tersebut di Pentagon.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan sekitar 1.600 pasukan militer aktif telah dikerahkan ke Washington DC untuk membantu pihak berwenang sipil mengawasi demonstrasi.













