Melansir Space, Angara adalah roket buatan Rusia yang telah dikembangkan sejak 1990-an. Roket itu adalah roket Proton yang saat ini digunakan untuk meluncurkan satelit ke orbit rendah-Bumi (LEO).
Angara pertama kali diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome, yang berjarak sekitar 500 mil (800 kilometer) utara Moskow. Mulai tahun 2024, Angara juga akan diluncurkan dari Vostochny Cosmodrome di ujung timur negara itu.
Angara memiliki dua jenis, yakni Angara 1.2pp dan Angara A5, yang sedang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Produksi Luar Angkasa Negara Khrunichev di Moskow dan diperkirakan akan mengirim muatan ke orbit rendah Bumi seberat 8.400 hingga 54.000 lbs (3.800 dan 24.500 kg).
Saat ini, hanya Angara 1.2 yang dipasarkan di International Launch Services, sebuah perusahaan komersial yang menjual ruang muatan di peroketan Rusia
Terpisah, Presiden AS Donald Trump juga bersumpah AS akan kembali ke Bulan pada tahun 2024 saat berbicara setelah peluncuran SpaceX di Kennedy Space Center. Bahkan dia menyatakan AS akan membangun kehadiran permanen dan landasan peluncuran ke Mars.
“Dan wanita pertama di Bulan akan menjadi wanita Amerika dan negara pertama yang mendarat di Mars adalah Amerika Serikat. Kita tidak akan menjadi nomor dua di mana saja,” kata Trump.
Terkait dengan keberhasilan SpaceX, beberapa pejabat di Moskow berusaha meremehkan prestasi tersebut, Mereka menilai bukan sesuatu yang luar biasa.
“Itu adalah penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, bukan ke Mars,” kata Alexey Pushkov, anggota majelis tinggi parlemen.(DBS)
Editor: John.W













