Mereka juga menyebut kondisi permukaan pada KOI-456.04 bisa serupa dengan yang diketahui di Bumi, asalkan atmosfernya tidak terlalu masif dan tidak menyerupai Bumi.
“Jumlah cahaya yang diterima dari bintang induknya sekitar 93 persen dari sinar matahari yang diterima di Bumi,” bunyi laporan penelitian itu.
Melansir Extreme Tech, tim mengembangkan model fisik baru variasi kecerahan bintang menggunakan data Kepler asli. Algoritma itu kemudian mengidentifikasi kemungkinan exoplanet yang jauh lebih kecil daripada planet lain yang diketahui mengorbit Kepler-160.
KOI-456,04 sejauh ini yang tidak memiliki sebutan Kepler resmi karena masih perlu diverifikasi. Tim memperkirakan peluang 85 persen bahwa KOI-456,04 benar-benar ada.
KOI-456.04 adalah penemuan penting karena ia dan bintang induknya mencerminkan tata surya manusia di bumi. Kepler-160 adalah bintang katai kuning seperti matahari, sedangkan banyak bintang yang menerima exoplanet adalah tipe katai merah yang jauh lebih umum.
KOI-456.04 adalah planet berbatu seperti bumi dan diduga bisa memiliki air di permukaan.(DBS)
Editor: John.W













