Anemia ditandai dengan gejala kulit, bibir dan kuku yang memucat. Selain itu, bumil juga bisa merasa sangat lelah, pusing, sesak nafas, detak jantung cepat dan sulit berkonsentrasi. Pada tahap awal anemia, bumil mungkin tidak memiliki gejala yang jelas. Jadi, pastikan untuk mendapatkan tes darah rutin untuk memeriksa anemia setiap bertemu dokter.
Anemia ringan mungkin cepat pulih dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat. Namun, jika anemia dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, depresi pasca persalinan, keterlambatan perkembangan bayi hingga cacat lahir. Oleh karenanya, pastikan ibu mendapatkan asupan vitamin yang memadai selama kehamilan.
Langkah Pencegahan Anemia pada Bumil
Cara untuk mencegah anemia selama kehamilan adalah memastikan ibu perlu konsumsi makanan yang seimbang dan tambahkan lebih banyak makanan yang tinggi zat besi. Usahakan untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi setidaknya tiga porsi sehari, seperti:
Daging merah tanpa lemak, unggas, dan ikan;
– Sayuran berdaun hijau tua (seperti bayam, brokoli, dan kangkung);
– Sereal dan biji-bijian yang diperkaya zat besi atau folat;
– Kacang-kacangan, lentil, dan tahu;
– Telur
Ibu juga perlu mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung zat besi dan asam folat yang telah diresepkan oleh dokter. (BI/EN)
Editor : John.W













