Namun, peserta mengalami peningkatan kerja dan fungsi otak yang lebih stabil setelah menjalani diet rendah karbohidrat. Hal ini disebabkan karena keton dapat memberikan energi yang lebih besar dibandingkan glukosa meski dengan jumlah asupan yang sama.
Efek yang didapat dari pola diet rendah karbohidrat ini tentunya sangat baik untuk mencegah penuaan otak lebih dini. Dengan adanya asupan keton yang menambah energi untuk otak, diharapkan fungsi otak juga bisa kembali normal.
dampak diet rendah karbohidrat
Selain itu, diet rendah karbohidrat dapat meringankan gejala epilepsi. Penelitian lain menunjukkan bahwa membatasi asupan karbohidrat bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi kejang-kejang pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita penyakit epilepsi.
Pola makan dengan karbohidrat yang rendah juga bisa mengurangi risiko alzheimer dan demensia. Kedua penyakit ini sangat berhubungan dengan hipermetabolisme yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan saraf otak dalam menyerap glukosa.
Oleh karena itu, penggunaan keton sebagai sumber bahan bakar akan sangat membantu otak agar dapat tetap bekerja dengan baik.
Fakta itu didukung oleh sebuah studi yang memaparkan bahwa gejala awal alzheimer tidak memengaruhi kerja otak dalam menyerap keton.
Penemuan ini tentunya merupakan kabar yang baik. Apalagi di Indonesia sendiri jumlah penderita demensia telah mencapai 1,2 juta orang per tahun 2016. Agar tidak terus meningkat, akan lebih baik jika langkah pencegahan ini bisa dilakukan lebih awal.
gangguan otak dan sistem saraf
Memang, asupan keton dapat memberikan energi yang lebih baik untuk otak. Namun, bukan berarti otak dapat bergantung pada asupan keton saja. Perpaduan dengan glukosa masih dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan semestinya.
Ketika tidak memiliki kadar glukosa yang cukup, produksi neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan dari otak akan terganggu. Kejadian tersebut akan membuat komunikasi antara neuron terputus.
Selain itu, risiko terhadap hipoglikemia juga akan meningkat. Hipoglikemia adalah komplikasi diabetes yang umum terjadi dan dapat disebabkan oleh rendahnya kadar gula dalam darah.
Hipoglikemia dapat menyebabkan otak kekurangan energi yang ujungnya akan membuat Anda susah berkonsentrasi.
Menjalani diet rendah karbohidrat akan membantu Anda untuk mencegah penuaan otak, tapi bukan berarti Anda harus menghentikan konsumsi sumber karbohidrat sama sekali. Karbohidrat tetap menjadi zat yang dibutuhkan jika Anda ingin mendapatkan energi.
Menjaga pola makan yang seimbang tetap menjadi kunci terbaik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang mengharuskan batasan gula seperti diabetes, lebih baik konsultasikan kembali kepada dokter untuk mengetahui pola diet yang tepat.
Editor: John.W











