Direktur Departemen Luar Negeri Partai Buruh Korea Utara, Jang Kum-chol, menyatakan pemerintahannya tidak akan pernah lagi bertatap muka secara langsung dengan Korsel.
“Kami tidak berpikir akan duduk kembali bersama dengan pihak Selatan (Korsel) yang hanya membuat kami merasa jijik dan kotor,” kata Kim, seperti dikutip dari surat kabar Korut, Uriminzokkiri.
Pemerintah Korut menyatakan rakyat mereka sudah sangat geram dengan ulah Korsel yang membiarkan aktivis konservatif memicu konflik dengan menyebarkan selebaran berisi hasutan.
Hubungan kedua negara kembali tegang sejak beberapa pekan lalu akibat ulah aktivis konservatif Korsel yang mengirim paket berisi selebaran, uang dollar Amerika Serikat dan keping data dalam balon udara ke Korut dari wilayah perbatasan.
Korut juga sebelumnya sudah memutus sejumlah saluran komunikasi dengan Korsel. Antara lain jaringan telepon umum terbatas, jaringan komunikasi kantor penghubung dan militer, jalur komunikasi Timur dan Barat, saluran komunikasi intra-Korea, dan saluran khusus (hotline) antara presiden Korsel dan pemimpin Korut.
Tentara Korut pada Selasa lalu pukul 14.49 waktu setempat meledakkan gedung kantor penghubung intra-Korea yang terletak di kawasan industri Kaesong dengan dinamit. Mereka juga menetapkan Kaesong dan kawasan wisata Gunung Kumgang menjadi wilayah militer terbatas.
Editor : John.W













