Banyaknya air putih yang diperlukan bayi yang umurnya di atas 12 bulan
Begitu anak mencapai usia 12 bulan, maka asupan susunya biasanya kian berkurang (seharinya bisa jadi maksimal 473ml saja). Pada tahap ini, bunda bisa mulai mengenalkan berbagai jenis makanan baru dan juga jam makan rutin seperti sarapan pagi, makan siang, dan makan malam. Berhubung di usia ini anak sedang aktif-aktifnya, maka kebutuhan air putih pun akan meningkat dengan sendirinya.
Oleh karenanya, pihak United States Department of Agriculture menyarankan anak usia di atas 12 bulan untuk minum 1,3 liter air per hari. Jumlah ini juga meliputi air yang didapatkan dari semua makanan dan sumber cairan seperti susu. Kalau tubuh si kecil terhidrasi, maka bisa membantu proses pencernaannya sekaligus mengganti cairan yang hilang dari tubuh.
Saran terakhir adalah dorong anak untuk minum air putih di antara jam makan saja. Sedangkan saat makan, lebih baik suguhkan susu murni (whole milk) padanya.
Tips supaya anak mau minum air putih
Bagi bunda yang kesulitan membujuk si kecil minum air putih, coba praktekkan beberapa tips berikut agar ia tak sampai dehidrasi:
Dorong ia minum sedikit saja, namun dengan frekuensi yang sering pada sepanjang hari. Kalau bunda juga menggunakan jus, maka berikan tak lebih dari 473ml saja per harinya. Dengan begitu si kecil tetap terhidrasi namun tidak kekenyangan air, yang mana bisa membuatnya enggan makan. Jus bisa diberikan setelah usia anak di atas 6 bulan, namun tidak harus.
Bunda juga bisa berkreasi dengan warna dan bentuk saat menyajikan air. Gunakan gelas hisap, atau botol warna-warni yang diberi sedotan unik sehingga anak semangat untuk minum air. Bunda bahkan bisa menggunakan tutup botol untuk menampung sedikit air putih lalu menyorongkannya ke mulut buah hati.
Pertimbangkan juga soal cuaca dan aktivitas si kecil. Tak seperti orang dewasa, anak-anak belum mampu meregulasi suhu tubuhnya sendiri. Jadi kalau misalnya si kecil kepanasan, ia biasanya lebih sulit pulih dengan sendirinya. Sebab itu, dorong anak untuk minum sebelum, selama, dan setelah beraktivitas. Sebagai patokan, anak sebaiknya minum sedikitnya 4 teguk air (473ml) setiap 20 menit, atau kapanpun jam istirahat berlangsung.
Berikan makanan yang kaya air seperti sup; atau buah-buahan kaya air seperti semangka, jeruk, dan anggur. Bunda juga bisa menambahkan lemon, jeruk nipis, timun, atau jeruk dalam air putih sebagai perasa alami yang menyehatkan.
Bisakah bayi mengalami dehidrasi?
Selama asupan nutrisinya cukup dan berat badannya juga normal, maka kecil kemungkinan si kecil untuk mengalami dehidrasi. Pengecualian baru berlaku saat bayi sakit. Sakit dapat membuat bayi dehidrasi, khususnya jika ia kurang minum atau kehilangan cairan akibat diare maupun muntah.
Tanda si kecil dehidrasi dan harus segera dibawa ke dokter adalah:
– Popoknya tidak sebasah biasanya.
– Si kecil tampak lesu, lelah, atau tidak mengeluarkan air mata.
– Bagian lunak di ubun-ubun bayi terlihat cekung.
Saat ini terjadi, bunda harus lebih sering menyusui, memberinya cairan elektrolit, atau pada kasus yang lebih serius, anak mungkin harus opname dan diinfus.
Editor: John.W













