PeristiwaSumsel

Karya Vidio Inovasi Tatanan Normal Se-Indonesia Pemkot Palembang Sabet Penghargaan

×

Karya Vidio Inovasi Tatanan Normal Se-Indonesia Pemkot Palembang Sabet Penghargaan

Share this article

Menurut nya, waktu yang diberikan untuk membuat video itupun, pihaknya bersama tim kreatif Kominfo Palembang harus berloma dengan waktu. Selama satu pekan pun, waktu yang sangat singkat untuk membuat video tersebut.L, ini hasil karya tim khusus dari Diskominfo Palembang, meski hanya menonjolkan lima orang Sumber Daya Manusia (SDM), hasilnya pun sangat memuaskan.

Lebih lanjut dikatakannya, di dalam tim itu ada 5 orang, dengan proses hari pertama kita membuat skrip videonya, dan pengerjaan video di lapangan sekaligus editing kita kerjakan selama dua hari, dalam pembuatan video yang dinilainya cukup sederhana tersebut, ada suatu makna tersendiri yang memang bersifat edukasi untuk masyarakat khsusnya untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Semuanya memang menerapkan protokol kesehatan yang memang ditentukan oleh WHO, mulai dari cuci tangan, penggunaan masker, Physical Distance ataupun Social Distancing, semuanya itu diterapkan. Dalam video tradisional tersebut juga memiliki suatu kelebihan yang dinilai mampu untuk diduplikasi oleh daerah-daerah lain dengan sederhana. Memang kita ada namanya belanja via WhatsApp, yang memang setiap masyarakat itu memiliki WhatsApp. Kalau aplikasi, mungkin orang mesti download dahulu melalui video tersebut, masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan guna melawan Covid-19 yang saat ini sedang melanda.

“Yang pastinya kita berharap dalam hal ini semua masyarakat dapat terus menerapkannya dalam kehidupan kehidupan sehari-hari. Untuk diketahui, adapun beberapa pemenang dalam Sektor Pasar Tradisional yang di bagi dalam 4 Klaster, yaitu Klaster Provinsi, Klaster Kota, Klaster Kabupaten serta Klaster Kabupaten Tertinggal: Klaster Provinsi: 1. Bali, 2. Sulawesi Selatan, 3. Lampung. Klaster Kota: 1. Bogor, 2. Semarang, 3. Palembang. Klaster Kabupaten: 1. Banyumas, 2. Lumajang, 3. Semarang. Klaster Kabupaten Tertinggal: 1. Limbata, 2. Seram Bagian Barat, 3. Pesisir Barat” tutupnya. (eh)

Editor : Chandra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *