Dari rapat virtual ini Dodi berharap tahun ini perusahaan-perusahaan lebih aktif dalam usaha pencegahan serta meningkatkan koordinasi dengan kolaborasi pemerintah TNI-Polri serta masyarakat. Dodi ingin kerjasama dan gotong-royong dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutbunlah dapat menjadi role model bagi daerah lain.
Wakil Bupati Beni Hernedi menyampaikan tiga hal yang perlu dilakukan, yaitu pencegahan, early warning system, serta rapid reaction . “Pencegahan dan pengawasan sesuai dengan claster juga penting. Penanggulangan bukan hanya penanggulangan tetapi pencegahan yang cepat dan tepat, dan harus deteksi juga keamanan daerah rawan kebakaran sedini mungkin,”katanya.
Kepala BPBD Muba Indita Purnama menerangkan di tahun 2019 Bupati Muba Dodi Reza Alex telah mengeluarkan 7 instruksi terkait hal tersebut. Ketujuh instruksi itu diantaranya sinkronisasi satuan tugas siaga karhutbunlah Kabupaten Muba dengan Satuan Tugas Provinsi Sumatera Selatan, membagi tugas satgas siaga kebakaran hutan, kebun dan lahan dengan melibatkan stakeholder. Optimalisasi peralatan produksi pertanian pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran.
Dodi Reza Alex juga memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuka lahan dengan cara pembakaran atau pembakaran pasca panen. Selain itu, memperkuat sarana dan prasarana pemadaman kebakaran serta personil terlatih pada regu pemadaman kebakaran perusahaan perkebunan.
“Pengalaman karhutbunlah tahun 2019, Kabupaten Muba telah mengerahkan personil gabungan lebih kurang 7000 orang yang terdiri dari BPBD Muba, TNI, Polri, OPD, Pemadam Kebakaran, perusahaan, Tagana, Manggala Agni Daops I, KMPA,” terangnya.(ts)
Editor : Surya S













