EkonomiSumsel

Dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru OJK Dorong Bergeraknya Sektor Ril

×

Dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru OJK Dorong Bergeraknya Sektor Ril

Share this article

KORDANEWS-OJK dukung langkah Pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.Dorongan Otoritas Jasa Keuangan mulai bergeraknya kembali sektor riil dalam era adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid 19. Hal ini ditunjang dengan stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga kemudian kinerja intermediasi yang positif dan profil risiko tetap terkendali.

Hal ini disampaikan Anton Prabowo selaku Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK dalam rilisnya mengatakan “Sejalan dengan stimulus restrukturisasi kredit dan pembiayaan di perbankan dan perusahaan pembiayaan, sampai dengan 15 Juni 2020, restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp 655,84 triliun dari 6,27 juta debitur. Untuk sektor UMKM, nilai restrukturisasi mencapai Rp 298,86 triliun yang berasal dari 5,17 juta debitur. Sedangkan untuk Non UMKM, realisasi restrukturisasi mencapai 1,1 juta debitur dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp 356,98 triliun. Berdasarkan monitoring data mingguan maka pertumbuhan nilai dan jumlah debitur cenderung melambat.” ungkapnya, Kamis (25/06)

Dikatakannya, untuk perusahaan pembiayaan, per 16 Juni 2020, OJK mencatat sebanyak 183 perusahaan pembiayaan sudah menjalankan restrukturisasi pinjaman tersebut. Realisasinya, dari 4,15 juta jumlah kontrak permohonan restrukturisasi yang diterima perusahaan pembiayaan, sudah ada 3,43 juta yang disetujui. Adapun total nilainya mencapai Rp 121,92 triliun.

Sedangkan Posisi Mei 2020, kredit perbankan tumbuh sebesar 3,04% _yoy_, sementara piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan terkontraksi sebesar 5,1% _yoy_. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,87% _yoy_. Industri asuransi berhasil menghimpun tambahan premi sebesar Rp15,6 triliun (Asuransi Jiwa: Rp8,86 triliun dan Asuransi Umum dan reasuransi: Rp 6,69 triliun). Sampai dengan 23 Juni 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai Rp 39,6 triliun dari 22 emiten. Di dalam _pipeline_ telah terdapat 83 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 44,6 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *