KORDANEWS-Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) yang berada di Jl. Sukabangun 2 No. 1610, Kel. Sukabangun, Kec. Sukarami, Palembang (Sumatera Selatan) ini, Selain sebagai Perguruan Tinggi yang satu-satunya, khusus pendidikan Hukum ternyata mempunyai keistimewaan lainnya yang juga memanfaatkan teknologi untuk penerapan cara belajarnya juga fasilitas yang ditawarkan.
Hal ini disampaikan DR. H. Firman Freaddy Busroh, SH, M. HUM selaku Ketua Dewan Pembina STIHPADA Kepada KordaNews mengatakan “Fasilitas dari kampus kami ada mesin digital library yang diadopsi langsung dari New Zealand untuk melihat katalog dan seluruh buku yang ada di STIHPADA, seperti diruang perpustakaan dan banyak kegunaan yang lainnya daripada digital library ini serta beberapa video tentang pendidikan dan lain-lain.” ungkap nya Jum’at (26/06)
Dikatakannya, selain itu kami juga ada penjualan merchandise, dan beberapa jurnal Internasional di ruang pustaka dan musholla, serta ada launge tempat mahasiswa dan mahasiswi melakukan diskusi dan berinteraksi. Kami juga menyiapkan buku-buku novel, selain mahasiswa dan mahasiswi membaca buku yang serius, juga buku yang santai, serta cafe yang selama pademi tutup sementara waktu dan tempat ini sudah terakreditasi.
Lebih lanjut dikatakannya, kami juga sudah menjalin kerjasama dengan Oxford University metode pembelajaran conversation online dengan guru native Speaker Amerika dalam langkah pengembangan Inggris For Low, untuk tenaga pengajarnya sendiri langsung dari Oxford secara online. Jadi mereka nanti kita tentukan kelasnya, dan setelah mereka selesai menempuh pendidikan Online Class dari Oxford tadi, Teachcast with Oxford akan mendapat sertifikat langsung dari lembaga pendidikan bahasa Inggris dari Oxford.
“Keunggulan Teachcast for Oxford mereka langsung melatih, jadi speaker langsung dari orang Amerika, juga melatih keberanian untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Apalagi sekarang di Era Milineal saat ini, kita harus membekali mahasiswa dan mahasiswi dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, tidak hanya sekedar toefel tetapi juga memiliki skill untuk berbahasa Inggris secara baik, dan kami sudah memiliki laboratorium toefel sendiri.” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Hj Jauharia selaku Ketua STIHPADA mengatakan “Selama mewabahnya pandemi Corona virus disease nineteen (Covid-19) seluruh pengunjung ataupun staf setiap ingin masuk keruangan maka diwajibkan untuk melakukan cuci tangan dan sabun cair yang telah disiapkan diluar.” ungkapnya.
“Kemudian ketika ingin masuk maka akan dilakukan pengukuran suhu badan, jika suhunya tidak tinggi maka mereka diperbolehkan masuk, jika tidak maka tidak boleh masuk, kita menuruti anjuran daripada pemerintah” tambahnya.
Dikatakan nya, bukan hanya itu tetapi untuk melayani tamu juga dikasih plastik transparan demi menghindari dari berinteraksi langsung dari satu dengan yang lainnya, begitu pun dengan staff, kita sarankan untuk menggunakan masker. Bukan hanya itu saja untuk kebersihan, kerapian, dan lain juga kita perhatikan dengan seksama, tujuannya tidak lain adalah untuk meminimalisir berkurangnya untuk penyebaran dari pada covid-19.
“Alhamdulillah, selama Pandemi Covid-19 ini, tetap berjalan lancar karena kami turuti semua aturan, masalah protokol kesehatan kita penuhi semua, dan tidak ada masalah namun tetap hati-hati atau waspada saja, untuk staf sendiri sudah tertib semua, kita juga lakukan tes dua kali untuk disini, dan bisa juga akan dilakukan berkala,” tutup nya. (eh)
Editor : Chandra.













