Karena Starlink di tempatkan di orbit Bumi yang rendah yaitu sekitr 350 mil, SpaceX mengklaim latensi atau kecepatan internet antara 25 ms dan 35 ms.
Kedua latensi itu dinilai cukup cepat, bahkan Starlink memungkinkan untuk menghasilkan kecepatan internet sampai 1Gbps.
Awalnya, Komisi Komunikasi Federal AS (US Federal Communications Comission/FCC) telah memberikan izin kepada SpaceX untuk menempatkan 12 ribu satelit Starlink untuk mengorbit di Bumi yang rendah.
Namun SpaceX mengajukan banding bahwa mereka ingin menempatkan lebih banyak satelit. Akhirnya FCC menyetujui dan merevisi bahwa SpaceX bisa menempatkan 42 ribu satelit di orbit seperti dikutip Medium.
Sejauh ini SpaceX belum menetapkan harga untuk mengakses internet Starlink. Dikutip dari CNN, Presiden dan COO SpaceX Gwynne Shotwell sempat membocorkan bahwa perusahaan mematok harga US$80 per bulan.
Jika dibandingkan dengan kompetitor lain, HughesNet mematok biaya US$150 (Rp2,1 juta) per bulan untuk paket data berkecepatan tinggi 50GB.
Editor : John.W













