Pasalnya, jantung mengemban tugas khusus dalam tubuh. Di antaranya adalah mengedarkan darah, oksigen, serta berbagai komponen penting lainnya ke seluruh tubuh.
Mengutip dari penelitian yang diterbitkan oleh AME Medical Journal, studi epidemiologis mengaitkan konsumsi kedelai dengan kondisi jantung yang lebih sehat. Ini berkat kandungan protein serta komponen aktif di dalam kedelai, yakni isoflavon dan sterol.
Dikutip dari Hellosehat.com,Kandungan nutrisi yang ada di dalam kacang kedelai tersebut juga dapat melancarkan sirkulasi darah pada jantung, dengan cara melebarkan pembuluh darah. Ya, isoflavon dapat merangsang jaringan pembuluh darah agar aliran darah dari dan ke jantung tetap lancar. Pada akhirnya, lancarnya aliran darah dari dan ke seluruh tubuh tentu menandakan kerja jantung yang sehat.
3. Menurunkan risiko penyakit pembuluh darah
penyakit terbanyak di Indonesia
Makan kedelai atau produk olahannya ternyata turut membantu mengurangi kemungkinan terserang penyakit pembuluh darah. Baik itu penyakit jantung, gagal jantung, stroke, dan lain sebagainya terkait organ inti tubuh ini.
Pernyataan tersebut dibuktikan dalam penelitian oleh para peneliti di University of California. Hasil penelitian ini mendukung bahwa kandungan protein kedelai dan isoflavon yang ada di dalam kacang kedelai baik untuk kesehatan pembuluh darah. Dijelaskan lebih lanjut, selain bekerja pada jaringan pembuluh darah untuk meningkatkan sirkulasi, isoflavon juga berperan sebagai antioksidan.
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Ini karena paparan radikal bebas pada tubuh dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis yang berbabaya. Bahkan pada pembuluh darah, radikal bebas bisa bersekongkol dengan kolesterol jahat untuk menimbulkan peradangan. Akhirnya, kondisi tersebut semakin meningkatkan risiko munculnya penyakit pembuluh darah.
Nah, itulah mengapa konsumsi kedelai yang mengandung antioksidan bisa membantu melawan radikal bebas pemicu gangguan pembuluh darah.
Editor : John.W













