Sementara itu Camat Gelumbang Syarkowi S.Sos mengaku tidak menerima laporan warga seraya menyayangkan peristiwa lingkungan tersebut.
“Nggak ada laporan dari warga pada kita ini sangat disayangkan karena warga dirugikan” bebernya.
Dari pantauan awak media di lapangan terlihat sekitar 9 batang pohon karet produktif merangas juga bibit karet okulasi milik Hardiyanto rusak di duga akibat peristiwa tersebut kurang lebih 200 batang bibit .Di sungai samping kebun milik Hardiyanto juga masih ada safety oil di sungai milik perusahaan tertinggal di area kejadian.
Sementara itu PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) berhasil menangani kebocoran pipa minyak milik negara yang dioperasikan Perusahaan di Desa Melilian, Gelumbang, Muaraenim, akibat vandalisme pada Sabtu (16/05/2020) lalu namun dampaknya masih tersisah.
Menurut pihak PT Medco E&P Indonesia setelah mendapatkan informasi dari petugas patroli Perusahaan mendatangkan pekerja dan melakukan klaim pipa sesuai standar keselamatan kerja.
“Dalam waktu singkat, Pekerja berhasil menangani kebocoran tersebut.atas nama perusahaan kami menyayangkan terjadinya tindakan vandalisme ini. Pasalnya, tindakan tersebut selain merugikan Perusahaan, juga Negara,” tegas VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi.
Editor : Chandra.













