KORDANEWS – Asdianto Bin Hanafi (50) bersama istri dan anak-anaknya, pasrah saat rumah panggung miliknya hanya tersisa puing-puing sisa amukan sijago merah, kebakaran yang terjadi Senin (20/07) siang Kemarin Sempat menggegerkan warga Desa Sadan Kecamatan Jarai. Pasalnya saat api tengah membumbung diatas rumah Asdianto, sebagian warga tengah berada di kebun dan menjemur kopi di seputaran desa. Tanpa menungu komando, warga berusaha memadamkan api, tak berapa lama armada PBK Jarai dipimpin Kasi Trantib Pebri SSos tiba untuk memadamkan api dan mendinginkan rumah yang bersebelah dengan rumah korban.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian harta benda ditaksir Rp 50 juta.
Yayen (45), tetangga korban kebakaran rumah saat kebakaran mengungkapkan, saat itu Ia tengah sholat Dzuhur, dirakaat kedua, saudaranya disebelah rumah berteriak meminta tolong untuk memadamkan api bagian atas rumah Asdianto.
“Saat melihat api tengah berkobar, kami semua tidak berpikir panjang, segera mengambil air menggunakan ember dan membuka PDAM yang ada di depan rumah, baru kemudian dibantu PBK,” ungkap Yayen.
Kepala Desa Sadan Misran yang turut serta memadam api di lokasi kebakaran mengatakan, saat kejadian warga langsung ke lokasi untuk memadamkan api.
“Kondisi rumah hangus terbakar, api bisa dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB, dibantu warga, PBK Jarai, dan Tripika Kecamatan Jarai, sementara warga yang terluka saat itu juga diberikan pengobatan oleh Tim Puskesmas Jarai,” ujarnya.
Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK CLA melalui Kapolsek Jarai IPTU Indra Gunawan dibincangi awak media di Posko Kebakaran Desa Sadan mengatakan, pada peristiwa kebakaran tidak ada korban jiwa.
“Kebakaran terjadi, pada saat korban sedang berada di kebun dan rumah milik korban ditinggalkan tanpa penghuni kemudian warga melihat api dari atas rumah milik korban. Kemudian warga setempat langsung membantu memadamkan api,” ujar Indra seraya mengatakan sumber api diduga dari korsleting listrik.
Editor : Chandra.













