Dikutip dari Hellosehat.com,Jika Anda mengonsumsi ikan atau makanan laut lainnya yang mengandung merkuri, maka kandungan merkuri dalam daging ikan akan masuk ke dalam tubuh Anda. Penumpukan merkuri dalam tubuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti keracunan merkuri hingga bahkan kerusakan saraf, terutama pada bayi dan anak-anak.
Kabar baiknya, Environmental Protection Agency mencantumkan ikan lele sebagai salah satu ikan yang paling banyak dikonsumsi dan rendah merkuri.
Meski demikian, membatasi konsumsi ikan lele dianjurkan untuk mengurangi risiko Anda terkena paparan merkuri. Terutama apabila Anda sedang hamil, karena kadar merkuri yang tinggi dapat membahayakan janin Anda. Pada umumnya, ikan lele aman untuk dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.
5. Mengandung asam lemak sehat
Rutin makan ikan lele adalah cara mudah untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam tubuh. Hal ini karena satu ekor ikan lele menyediakan 220 mg asam lemak omega-3 dan 875 mg asam lemak omega-6. Kedua nutrisi ini berperan dalam kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
Meski demikian, penelitian mengungkap, asam omega 6 dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Karena hal tersebut, asam omega 6 meningkatkan risiko penggumpalan darah.
Itu sebabnya, untuk mengambil manfaat ikan lele sekaligus menekan risikonya, sebaiknya batasi konsumsi ikan lele sewajarnya saja.
Editor : John.W













