Berdasarkan studi ESA, pelemahan ini terus meluas ke arah barat dengan kecepatan 20 kilometer per tahun. Hingga saat ini, peneliti masih belum bisa memberikan penjelasan mengapa hal ini bisa terjadi.
Penelitian ESA juga menunjukkan adanya titik pelemahan magnet kedua di Afrika Selatan. Sehingga, menurut ESA hal ini bisa menjadi anda kalau fenomena South Atlantic Anomaly bisa terbagi dua.
“Anomali Atlantik Selatan yang baru di wilayah timur telah muncul dalam sepulih tahun terakir dan dan tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir”, jelas Jurgen Matzka dari Pusat Penelitian Geosains Jerman seperti dikutip dari Sputnik News, Minggu (24/5).
Ilmuan ESA memanfaatkan konstelasi satelit Swarn guna memahami fenomena tersebut lebih lanjut. Satelit-satelit ini telah diluncurkan sejak 2013.
“Kita sangat beruntung punya satelit untuk menginvestigasi perkembangan South Atlantic Anomaly. Tantangannya sekarang adalah untuk memahami proses di inti Bumi yang memicu perubahan itu,” kata dia seperti dikutip Tech Explorist.
Satelit Swarm ini memang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengukur dengan tepat perbedaan sinyal magnet yang membentuk medan magnet Bum
Editor : John.W













