Health

Apa itu Kolesterol? Bermanfaat Atau Berbahaya?

×

Apa itu Kolesterol? Bermanfaat Atau Berbahaya?

Share this article

1. Pelindung sel
Tubuh terdiri dari kumpulan-kumpulan sel yang akan membentuk sebuah jaringan dan organ. Nah, setiap sel di dalam tubuh akan memiliki lapisan terluar sebagai pelindung. Pelindung sel ini terbuat salah satunya dari kolesterol.

Zat ini termasuk lemak yang bersifat kaku, sehingga lebih ideal untuk menjaga keutuhan sel ketimbang jenis lemak lainnya dalam tubuh. Sel yang kuat akan membentuk jaringan dan organ yang berfungsi optimal.

2. Membantu memproduksi vitamin D
Selain dari sumber makanan, tubuh Anda bisa memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari. Caranya adalah dengan mengubah kolesterol (7-dehidrokolesterol) yang ada dalam kulit menjadi calcitriol. Senyawa ini kemudian langsung disalurkan ke hati dan ginjal untuk menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh.

Vitamin D nantinya akan berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf berjalan dengan optimal.

3. Pembentuk hormon
Salah satu jenis zat lemak ini adalah bahan dasar pembentukan hormon, khususnya hormon steroid yang mencakup testosteron (hormon seks pria) serta estrogen dan progesteron (hormon seks wanita). Masing-masing hormon seks ini berperan mengatur fungsi sistem reproduksi manusia.

Selain itu, zat ini juga berperan dalam pembentukan hormon kortisol dan aldosteron. Kedua hormon ini berperan penting dalam pengaturan tekanan darah, merespon stres, dan menjaga kesimbangan elektrolit tubuh.

4. Pembentuk asam empedu
Asam empedu dibentuk oleh hati (liver) dengan bantuan kolesterol dalam darah. Asam empedu itu sendiri berfungsi untuk memecah lemak makanan untuk bisa diserap oleh tubuh dan digunakan sebagai energi.

5. Menjaga fungsi otak
Otak merupakan organ yang mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan organ lain. Dilansir dari laman Harvard Medical School, 25% dari zat lemak tubuh ini terkandung di otak.

Dalam otak, zat lemak ini berperan untuk memperlancar sambungan antar saraf, disebut sinaps, yang mengatur berbagai fungsi otak, terutama untuk mengingat. Fungsi lain dari zat lemak ini untuk kesehatan otak adalah memelihara sel-sel otak.

Akan tetapi, semua manfaat zat lemak ini bisa kita dapatkan dengan menjaga kadarnya tetap dalam ambang yang sehat. Pasalnya, kadar kolesterol berlebih dalam tubuh terkait dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.

Melakukan tes kolesterol
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, baik anak-anak maupun orang dewasa disarankan untuk melakukan tes kolesterol. Tujuannya untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah, apakah berada pada batas normal, terlalu tinggi, atau justru terlalu rendah. Apalagi, sering kali tidak ditemukan gejala kolesterol tinggi di dalam darah.

Untuk memeriksa kadar kolesterol, biasanya akan dilakukan tes darah. Sebelum melakukan tes ini, Anda mungkin akan diminta dokter untuk berpuasa. Artinya, Anda tidak diperkenankan untuk mengonsumsi makanan, minuman, dan obat-obatan. Periode berpuasa ini biasanya dilakukan selama 9-12 jam sebelum tes dilakukan.

Sampel darah yang diambil pada saat tes umumnya diambil sebanyak satu kali. Setelah pengambilan sampel berhasil dilakukan, darah akan dianalisis di laboratorium, di mana kadar HDL, LDL, dan trigliserida akan diukur.

Hasil tes dari kadar kolesterol di dalam tubuh secara keseluruhan ditentukan oleh ketiga komponen tersebut, dan akan dinyatakan dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL).

Apabila Anda ingin dokter juga mengukur risiko dari penyakit jantung yang mungkin terjadi dari hasil tes kolesterol, ia juga akan meminta data tambahan berupa usia, jenis kelamin, serta riwayat kesehatan keluarga. Selain itu, dokter mungkin juga akan mencari informasi tambahan seperti apakah Anda memiliki kebiasaan merokok, memiliki diabetes dan juga tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menjaga kadar kolesterol tetap normal
Jika setelah melakukan tes, angka yang muncul pada hasil menyatakan bahwa kadar kolesterol Anda berada pada batas normal, sebaiknya pertahankan angka tersebut. Artinya, terapkan gaya hidup yang sehat demi menjaga agar kadarnya tidak semakin meningkat. Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat Anda lakukan demi menjaga kadarnya tetap normal.

1. Menentukan pola makan sehat
Cara pertama dalam menjaga kadar zat lemak ini tetap normal adalah menerapkan pola makan yang sehat. Salah satunya dengan menghindari makanan yang tinggi kolesterol seperti makanan yang kaya akan lemak jenuh, misalnya daging merah, produk olahan susu kaya lemak, kue, biskuit, dan makanan sejenis.

Apabila Anda masih sering mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan LDL, maka cobalah membatasinya mulai sekarang demi menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Lebih baik tingkatkan asupan makanan yang baik untuk kolesterol, misalnya makanan yang kaya akan asam lemak omega-3. Pasalnya, nutrisi ini tidak meningkatkan kadar LDL di dalam darah. Selain itu, nutrisi ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, demi menjaga kadar zat lemak ini tetap pada angka normal, pilihlah lemak yang sehat untuk Anda konsumsi, seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan. Lemak yang ada dalam bahan makanan ini tidak akan meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Tingkatkan pula asupan nutrisi seperti serat yang mudah larut, karena serat dapat menurunkan kolesterol. Anda dapat menemukan serat yang mudah larut pada makanan seperti oatmeal, biji-bijian, serta buah seperti apel dan pir.

2. Melakukan olahraga secara teratur
Anda juga disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik demi menurunkan kadar kolesterol. Pasalnya, salah satu penyebab kolesterol tinggi adalah malas bergerak. Rutin melakukan olahraga dapat membantu meningkatkan kadar HDL di dalam darah. Namun, pastikan bahwa aktivitas olahraga yang Anda lakukan sudah disetujui oleh dokter.

Beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan adalah berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan olahraga lain yang mungkin membuat Anda jadi lebih bersemangat saat melakukannya. Setidaknya, lakukan olahraga ringan selama 30 menit sebanyak lima kali dalam satu minggu. Anda juga bisa melakukannya bersama dengan pasangan, teman, atau anggota keluarga agar bisa lebih bersemangat.

3. Menjaga berat badan
Anda juga disarankan untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Memiliki berat badan berlebih memang meningkatkan risiko Anda mengalami kolesterol tinggi. Namun, hal ini bukan berarti orang yang memiliki berat badan ideal atau kurus tidak mungkin mengalami kondisi tersebut.

Meski begitu, lebih baik menjaga berat badan untuk mencegah atau menurunkan risiko Anda terhadap berbagai jenis penyakit. Perlahan lakukan ubah kebiasaan-kebiasaan kecil yang memang berpotensi meningkatkan berat badan. Sebagai contoh, ganti kebiasaan minum minuman manis dengan selalu minum air mineral.

Jika Anda ingin mengonsumsi makanan manis, cari makanan yang manis tapi memiliki kalori yang rendah. Hindari makanan tinggi kalori seperti permen jeli atau sejenisnya. Selain mengubah pilihan makanan, Anda juga bisa mengubah kebiasaan lain, misalnya mulai memperbanyak jalan kaki daripada naik kendaraan saat bepergian. Khususnya jika lokasinya tergolong dekat.

4. Menghentikan kebiasaan merokok
Salah satu gaya hidup yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat hingga melebihi batas normal adalah kebiasaan merokok. Maka dari itu, daripada melakukan pengobatan kolesterol, tentu lebih baik mencegahnya. Jika Anda ingin menjaga agar kadar kolesterol agar tetap pada angka normal, berhentilah merokok. Selain itu, tembakau dalam rokok dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Editor : John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *