Koresponden CNN di Beirut, Ben Wedeman, mendeskripsikan getaran akibat ledakan menyerupai gempa bumi. Ia mengakui tanah yang dipijak bergetar saat ledakan terjadi.
“Sepersekian detik kemudian, saya mendengar pecahan kaca dan derak logam. Saya mengintip melalui jendela, dan saya melihat awan debu kuning datang ke arah saya. Jalanan dipenuhi puing-puing dan pecahan kaca,” ungkapnya dikutip CNN.
Ia mengatakan di luar gedung kantornya, orang-orang terlihat berlarian dan berteriak. Kantor perwakilan CNN di Beirut pun turut terdampak dan rusak. Kaca-kaca jendela pecah, dan peralatan studio berhamburan.
Pemerintah setempat langsung mengupayakan sejumlah bangsal darurat yang kini dibanjiri korban luka. Setidaknya 400 korban luka dilarikan ke rumah sakit utama di Beirut, Hotel Dieu. Palang Merah Lebanon meminta sumbangan darah dari publik melalui akun Twitter.
Editor : John.W













