“Setelah ini, kita juga akan melakukannya di kabupaten dan kota lain di Sumsel. Bantuan gubernur akan kita sebar secara proporsional dan merata di 17 kabupaten/kota. Nanti kita lakukan perkabupaten,” paparnya.
Namun, dia menuntut bupati dan walikota bekerja sesuai prosedur yang diterapkan sehingga peningkatan dan pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Nanti juga kita tagih bupati dan walikotanya. Pekerjaan ini harus dilakukan sesuai standar kualitas dan volume yang memang sudah ditentukkan,” tegasnya.
Dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur ini, dia berharap dapat terus mendongkrak produktivitas masyarakat.
“Tentu dengan pembangunan infrastruktur jalan ini, akses masyarakat akan semakin cepat. Apalagi rata-rata penduduk OKU Timur ini petani, jadi dengan akses jalan memadai mereka bisa dengan cepat menuju pusat penjualan hasil pertanian dengan biaya yang murah. Kita berharap juga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur H.M Kholid Mawardi mengapresiasi langkah gubernur yang telah memberikan perhatian untuk kabupaten OKU Timur.
“Saya bersama masyarakat tentu berterima kasih atas apa yang diberikan gubernur kepada kami. Ini merupakan aksi spontanitas dari gubernur. Tentu pembangunan jalan dan jembatan ini akan semakin mempermudah akses masyarakat,” kata Kholid.
Dia menerangkan, Desa Margotani sendiri memang merupakan daerah transmigrasi pada tahun 1974. Dulunya, desa tersebut merupakan daerah termiskin di OKU Timur.
“Namun saat ini, Margotani ini daerah yang sudah makmur. Masyarakatnya juga rata-rata petani. Dengan pembangunan infrastruktur ini, tentunya bisa lebih mendongkrak perekonomian masyarakatnya,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Hj Percha Leanpuri, Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, serta perangkat desa dan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Editor : Chandra.













