Health

Ini Penyebab Insomnia Yang Membuat Anda Susah Tidur

×

Ini Penyebab Insomnia Yang Membuat Anda Susah Tidur

Share this article
asian man in bed suffering insomnia and sleep disorder thinking about his problem at night

KORDANEWS – Menyebalkan memang jika kita terkena insomnia. Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, pekerjaan pun akan bertumpuk-tumpuk karena kurangnya konsentrasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa kurang tidur akan sangat mempengaruhi berbagai lini kehidupan.

Kesehatan, tampilan fisik, dan produktivitas kerja pun akan berkurang karena digerogoti oleh insomnia. Karenanya, penting untuk kita mengetahui apa saja sih penyebab insomnia itu, agar kita bisa merasakan lagi tidur yang nyenyak dan berkualitas.

Insomnia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan tidur atau tidak bisa tidur sesuai dengan waktu yang dibutuhkan tubuh, meskipun sebenarnya dia memiliki banyak waktu untuk melakukannya.

Kondisi ini menyebabkan seseorang menjadi lesu, tidak fit atau kurang bersemangat untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Insomnia juga diartikan sebagai gangguan tidur. Orang yang menderita insomnia mengalami kesulitan atau susah memulai tidur, mempertahankan tidur, atau keduanya. Akibatnya, mereka hanya tidur sebentar atau tidur dengan kualitas yang buruk.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan insomnia atau susah tidur ini, antara lain sebagai berikut:

1. Kondisi Medis Penyebab Insomnia
Ada banyak kondisi medis atau penyakit (ringan dan serius) yang menjadi penyebab insomnia. Dalam beberapa kasus, kondisi medis itu sendiri yang menyebabkan insomnia, sedangkan pada kasus lain, gejala yang ditimbulkan dari kondisi medis tersebut lah yang membuat efek ketidaknyamanan sehingga sulit untuk tidur.

Contoh kondisi medis yang bisa menyebabkan insomnia, seperti berikut:

– Alergi hidung dan sinusitis.
– Penyakit Asam Lambung (GERD).
– Gangguan endokrin seperti hipertiroid.
– Arthritis.
– Asma.
– Kondisi neurologis seperti penyakit parkinson.
– Nyeri kronis.
– Nyeri pinggang (Low Back Pain).

Penggunaan obat-obatan untuk mengobati alergi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit tiroid, pil KB, asma, dan depresi juga dapat menjadi penyebab insomnia.

Selain itu, ada pula beberapa gangguan tidur yang mendasari terjadinya insomnia, antara lain:

# Sindrom Kaki Gelisah
Sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) merupakan kondisi neurologis, di mana seseorang yang mengalaminya memiliki dorongan besar dan tak tertahankan untuk menggerak-gerakkan kakinya demi mengusir rasa tidak nyaman.

Dengan kondisi seperti ini tentu saja akan menyebabkan susah tidur dan selalu terjaga. Sindrom ini diperkirakan menimpa 10% persen populasi masyarakat di dunia.

# Sleep Apnea
Sleep apnea atau apnea tidur adalah kondisi dimana seseorang yang sedang tidur mengalami gangguan pernafasan, bahkan ketika tidur nafas akan berhenti selama beberapa detik. Hal ini menyebabkan seseorang tersentak dan tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Kondisi seperti ini bisa terjadi sampai berulang kali sepanjang malam, sehingga kualitas tidur pun terganggu dan dapat menjadi penyebab insomnia.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gangguan tidur atau insomnia, penulis menyarankan agar segera memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Bisa jadi, insomnia atau gangguan tidur lain yang Anda alami disebabkan oleh masalah medis.

2. Depresi
Tahukah Anda, insomnia juga bisa disebabkan oleh kondisi kejiwaan seperti depresi. Seseorang yang mengalami depresi, gejalanya akan terlihat seperti mudah lelah, tidak bergairah, dan suka melamun.

Kondisi seperti ini menyebabkan penderitanya sulit tidur, kalaupun bisa tidur tetapi nanti biasanya ia akan terbangun lebih awal pada dini hari dan tidak bisa tidur lagi.

Kabar baiknya, baik insomnia atau depresi dapat diobati dengan pengobatan antidepresan yang adekuat dan pemberian obat anti insomnia dosis ringan. Penting untuk menjalani hidup ini dengan bijak, bila Anda memiliki masalah sebesar apa pun itu, percayalah akan ada jalan keluarnya. Jangan lantas membuat Anda depresi lalu menelantarkan kesehatan.

Mulailah berfikir positif dan buang jauh-jauh pikiran negatif, baca: Cara Menghilangkan Pikiran Negatif Terbukti Efektif

3. Kegelisahan
Penyebab insomnia berikutnya ialah kegelisahan. Hal ini kebanyakan dialami oleh orang dewasa, yang biasanya terlalu banyak memikirkan persoalan hidup, entah itu pekerjaan atau hubungan asmara.

Beban pikiran yang ada di kepala ini yang seringkali membuat orang sulit untuk tidur karena merasa cemas dan gugup sepanjang malam.

Gejala-gejala kegelisahan yang bisa menyebabkan insomnia antara lain:

– Tertekan.
– Tertangkap dalam pikiran tentang kejadian masa lalu.
– Terlalu mengkhawatirkan kejadian masa depan.
– Merasa terbebani oleh tanggung jawab.
– Terlalu memforsir diri dan perasaan.

Kegelisahan dapat dikaitkan dengan onset insomnia (susah tidur), dan maintenance insomnia (selalu terbangun di tengah malam dan tidak bisa tidur kembali). Kegelisahan ini dapat diatasi dengan terapi atau obat, meskipun kedua pendekatan ini tidak bisa dengan cepat memberikan hasil.

Pada terapi kognitif, pasien akan dilatih bagaimana cara memandang kejadian-kejadian yang mengancam sebagai sesuatu yang harus disikapi dengan tenang. Umumnya terapi ini berlangsung selama 10 sampai 12 minggu.

Agar semakin efektif hasilnya, maka akan diberi obat antidepresan selama 4 sampai 12 minggu, tergantung pada kemajuan kondisi si pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *