Health

Ini Penyebab Insomnia Yang Membuat Anda Susah Tidur

×

Ini Penyebab Insomnia Yang Membuat Anda Susah Tidur

Share this article
asian man in bed suffering insomnia and sleep disorder thinking about his problem at night

Kondisi juga kerap kali beriringan dengan stres, atasi dengan cara berikut: Cara Ampuh Menghilangkan Stres Tanpa Membuat Kantong Kempes

4. Gaya Hidup Penyebab Insomnia
Insomnia dapat dipicu oleh perilaku atau pola tidur. Gaya hidup dan kebiasaan tidur yang tidak sehat memicu timbulnya insomnia dengan sendirinya (tanpa masalah kejiwaan atau medis yang mendasarinya).

Berikut beberapa contoh gaya hidup dan kebiasaan tidur yang menyebabkan insomnia, antara lain:

Bekerja di rumah sampai larut malam. Kondisi seperti ini membuat seseorang menjadi sulit untuk melepas lelah, bahkan ketika mengantuk pun mata tetap dipaksakan melek. Terlebih cahaya dari monitor yang bisa membuat otak lebih waspada.
Tidur di siang hari (meskipun singkat). Pada sebagian orang, tidur siang memang dapat membantu mereka agar dapat merasakan tidur yang berkualitas di malam harinya. Di sisi lain, tidur siang malah akan membuat sebagian orang lainnya kesulitan untuk tidur di malam hari.

Mengganti waktu tidur yang hilang (‘balas dendam’). Kebiasaan ‘balas dendam’ untuk mengganti waktu tidur yang terlewatkan ini dapat membingungkan jam tubuh Anda, sehingga akan susah tidur lagi pada malam berikutnya.
Pekerja shift (kerja ‘shif-shift’an). Kondisi dimana Anda bekerja dengan waktu yang tidak beraturan, kadang malam kadang siang. Waktu yang ‘berantakan’ ini membuat bingung jam tidur biologis di tubuh Anda, sehingga tubuh pun tidak dapat memastikan waktu tidur yang tepat untuk dirinya sendiri.

Beberapa kasus insomnia awalnya memang terlihat sepele, namun tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi masalah jangka panjang.

Misalnya saja Anda tidak bisa tidur selama satu atau dua malam, karena mengalami kejadian buruk. Nah, bila malam selanjutnya Anda malah mulai menerapkan kebiasaan tidur yang tidak sehat, seperti begadangan, bangun di tengah malam untuk bekerja atau menonton, atau minum alkohol sebelum tidur.

Hal ini bisa menjadi penyebab insomnia atau membuat insomnia terus berlanjut dan berpotensi berubah menjadi masalah yang lebih serius.

Itulah alasan mengapa penting untuk kita mengatasi insomnia daripada terus membiarkan penyebab susah tidur itu menjadi sebuah kebiasaan. Jika Anda telah mencoba mengubah pola perilaku tidur namun masih belum berhasil, cobalah untuk mengunjungi dokter untuk berkonsultasi sekaligus mendapatkan solusi yang terbaik.

5. Makanan Penyebab Insomnia
Beberapa zat dalam makanan dan begitupun dengan pola makan, dapat menyebabkan insomnia. Berikut adalah beberapa alasan dari aspek makanan yang menyebabkan gangguan tidur, antara lain:

# Alkohol
Alkohol memang dapat menjadi obat penenang, yang dapat menimbulkan rasa kantuk dan membuat Anda segera tertidur. Namun terkadang, konsumsi alkohol hanya membuat Anda tertidur di awal, lalu kemudian terbangun di malam hari, hingga kesulitan untuk tidur lagi.

Lebih baik jangan mengonsumsi alkohol, bahayanya jauh lebih besar daripada manfaatnya untuk tubuh, termasuk menjadi penyebab insomnia.

# Kafein
Kafein adalah stimulan. Kebanyakan dari kita mungkin memiliki kebiasaan minum kopi di pagi hari untuk membantu agar tetap ‘fresh’ dan merasa produktif. Konsumsi kafein secukupnya memang baik untuk kebanyakan orang, namun jika kadarnya sudah berlebihan malah akan menjadi penyebab insomnia.

Ada sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation tahun 2005. Pada jajak pendapat ini, disimpulkan bahwa seseorang yang mengonsumsi empat atau lebih cangkir/kaleng minuman berkafein dalam sehari lebih rentan mengalami gejala insomnia daripada mereka yang tidak meminum atau hanya minum satu cangkir/kaleng saja seharinya.

Jadi jika Anda tidak ingin mengalami insomnia, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein terlalu dekat dengan waktu tidur, mengingat efek kafein yang tahan lama bisa mencapai 8 jam.

# Nikotin
Nikotin juga merupakan stimulan dan bisa menyebabkan insomnia. Merokok mendekati waktu tidur malah akan membuat Anda sulit tertidur dan kalaupun bisa, biasanya tidak akan nyenyak. Selain itu, merokok amat sangat tidak baik bagi kesehatan. Berhentilah merokok demi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

# Makanan Berat Menjelang Waktu Tidur
Jika Anda makan makanan berat menjelang waktu tidur, biasanya malah akan menimbulkan gangguan tidur. Kalaupun memang merasa kelaparan namun satu sisi ingin merasakan tidur yang nyenyak juga, lebih baik konsumsi saja makanan ringan.

Ya bisa dibilang sebagai ‘pengganjal perut sementara’, sampai ketika bangun esok paginya Anda bisa mengonsumsi makanan yang lebih mengenyangkan.

Perhatikan juga bagi Anda penikmat makanan pedas. Makanan pedas bisa menjadi penyebab insomnia karena efeknya yang membuat perut mulas hingga menyebabkan gangguan tidur.

Disamping itu, hindari pula makanan-makanan yang membuat Anda terjaga, seperti yang telah kami jelaskan disini: 22 Makanan yang Bikin Melek Maksimal dan Susah Tidur

6. Masalah di Otak
Dalam beberapa kasus, insomnia dapat muncul akibat neurotransmiter tertentu di otak yang diketahui dapat menjadi penyebab insomnia. Ketahuilah, otak menggunakan sejumlah senyawa neurokimiawi untuk membawa pesan perintah komunikasi ke berbagai bagian di otak dan sistem syaraf.

Nah, senyawa neurokimiawi inilah yang disebut sebagai neurotransmiter. Senyawa ini sangat esensial untuk keseluruhan fungsi otak.

Ada banyak kemungkinan interaksi kimia di otak yang bisa mengganggu tidur dan agak sulit memang menjelaskan mengapa pada beberapa orang, secara biologis rentan terhadap insomnia.

Insomnia memang memiliki beragam penyebab, dan setiap individu bisa berbeda penyebabnya antara satu dengan yang lain. Itulah mengapa perlunya kita menganalisa penyebab insomnia atau gangguan tidur yang kita alami secara pasti.

Tujuannya agar kondisi ini tidak menjadi berlarut-larut, yang siapa tahu malah bisa menimbulkan efek yang lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Editor :John.W

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *